
JAKARTA, BALIPOST.com – Bursa transfer musim dingin Liga Inggris 2025/26 resmi ditutup dengan nuansa yang relatif datar. Seperti tradisi Januari sebelumnya, klub-klub Premier League cenderung berhati-hati.
Alih-alih belanja besar, mayoritas tim memilih menjaga stabilitas skuad demi menghindari risiko kehilangan pemain kunci di tengah kompetisi.
Klub-klub raksasa seperti Manchester United dan Chelsea bahkan nyaris tak bergerak. Hingga awal Februari, dua kekuatan tradisional Inggris itu belum mencatatkan satu pun pembelian pemain baru. Sikap wait and see menjadi pilihan, terutama karena minimnya opsi pengganti berkualitas di pasar musim dingin, dirilis dari Kantor Berita Antara.
Namun, di tengah senyapnya bursa, Manchester City justru tampil mencolok. Sang juara bertahan menjadi salah satu klub paling aktif dengan mengamankan jasa Marc Guehi dari Crystal Palace dan Antoine Semenyo dari Bournemouth. Langkah ini menegaskan ambisi City menjaga kedalaman skuad dalam perburuan gelar.
Sementara itu, Crystal Palace mencuri sorotan lewat keputusan berani. The Eagles memecahkan rekor transfer klub dengan merekrut penyerang Wolverhampton Wanderers, Jorgen Strand Larsen, senilai 45 juta pound. Selain itu, Palace juga sukses memboyong Brennan Johnson dari Tottenham, menandai perubahan strategi menjadi lebih agresif.
Aston Villa juga termasuk klub yang sibuk. Kembalinya Tammy Abraham ke Inggris menjadi headline tersendiri, setelah didatangkan dari Besiktas dengan mahar 18,3 juta pound. Villa tampak serius memperkuat lini serang demi menjaga persaingan papan atas.
Tottenham Hotspur dan West Ham United memilih pendekatan seimbang. Spurs mendatangkan Conor Gallagher dari Atletico Madrid, sementara West Ham memperkuat lini depan dengan Valentin Castellanos. Sebaliknya, beberapa klub seperti Arsenal, Newcastle United, dan Manchester United lebih fokus melepas pemain melalui skema peminjaman.
Secara keseluruhan, bursa transfer musim dingin Liga Inggris 2025/26 berjalan tanpa ledakan besar. Aktivitas transfer lebih didominasi peminjaman dan pergerakan terbatas, mencerminkan kehati-hatian klub dalam mengelola skuad dan keuangan. Meski demikian, sejumlah transfer kunci diyakini tetap akan memberi dampak signifikan pada paruh kedua musim. (Suka Adnyana/balipost)









