
SINGARAJA, BALIPOST.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu menyebabkan tanggul Tukad Banyu Raras jebol dan merendam permukiman warga di Banjar Dinas Kalanganyar, Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Minggu (1/2) dini hari. Sedikitnya 11 rumah milik warga yang dihuni 21 kepala keluarga (KK) terdampak banjir.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 WITA. Air sungai meluap hingga ke permukiman dengan ketinggian mencapai satu meter dan masuk ke dalam rumah warga. Akibatnya, warga sempat mengungsi ke rumah kerabat terdekat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Kelian Banjar Dinas Kalanganyar, Gede Edi Santosa, mengatakan jebolnya tanggul dipicu curah hujan tinggi di wilayah hulu, khususnya dari Desa Unggahan dan Desa Pangkung Paruk. Debit air dari dua aliran sungai, yakni Tukad Unggahan dan Tukad Pangkungparuk, bertemu di wilayah hilir sehingga menyebabkan luapan air semakin besar.
“Air meluap sangat deras karena curah hujan dari hulu. Ketinggian air sampai satu meter dan masuk ke kamar warga. Ada 10 ekor ayam hanyut serta tiga tembok penyengker rumah warga roboh,” ungkapnya.
Dijelaskan, 11 rumah yang terdampak berada cukup dekat dengan tanggul, sekitar 50 meter dari lokasi jebol.
Menurutnya, kondisi tanggul sebenarnya sudah lama mengalami kerusakan dan telah beberapa kali dilaporkan kepada instansi terkait.
“Tanggul ini sudah lama rusak. Tahun 2010 sudah pernah dilaporkan, lalu 2023 kembali dilaporkan, dan terakhir secara resmi bersurat ke Balai Wilayah Sungai (BWS) pada 27 Januari 2025. Sudah disurvei dan rencananya diperbaiki tahun 2026, tapi keburu banjir duluan,” jelasnya.
Ia menambahkan, banjir kali ini merupakan yang ketiga kalinya terjadi pasca kerusakan tanggul, namun yang paling parah karena debit air sangat besar.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, mengatakan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD telah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen kerusakan serta pembersihan material lumpur di rumah warga. Selain BPBD, aparat kecamatan dan Dinas Sosial juga turut hadir di lokasi untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi.
“Selain melakukan pembersihan dan penyemprotan, kami juga menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga terdampak. Saat ini kondisi sudah berangsur normal, namun warga tetap diminta waspada mengingat cuaca masih berpotensi hujan,” ujarnya. (Yudha/balipost)










