
MANGUPURA, BALIPOST.com – Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengatakan merebaknya Virus Nipah di luar negeri belum memberikan dampak pada industri pariwisata Bali.
Disampaikannya, saat ini belum ada dampak isu tersebut terhadap kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali terutama dari India.
“Sampai saat ini belum ada agen travel yang menyampaikan pembatalan kunjungan, kunjungan dari India juga stabil,” katanya, Jumat (30/1) dikutip dari Kantor Berita Antara..
Diketahui berdasarkan data Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Denpasar sepanjang Januari 2026 ini jumlah kunjungan dari rute India stabil di angka 500-600 orang per hari atau total 19.635 kunjungan hingga 28 Januari 2026.
Sementara itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyampaikan pihaknya saat ini masih menunggu kebijakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait Virus Nipah.
“Kalau dari Kemenkes sudah mengeluarkan peringatan tertentu kepada kami, nanti kita ambil langkah-langkah selanjutnya,” ucap Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa di Kabupaten Badung, Bali.
Ni Luh Puspa mengaku tak ingin salah mengambil langkah dalam menyikapi kemunculan Virus Nipah di luar negeri.
Saat ini tindakan yang sudah dilakukan di area rentan penyebaran, seperti Bandara I Gusti Ngurah Rai telah dipasang thermal scanner untuk memeriksa suhu wisatawan mancanegara yang masuk Bali.
Itu pun merupakan langkah-langkah Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan di bawah Kemenkes.
“Itu dari Kemenkes sudah mengambil langkah-langkah ya, ada pemeriksaan suhu dan lain sebagainya,” kata dia.
Tak hanya menunggu kebijakan Kemenkes, Wamenpar mengaku telah berkoordinasi aktif dengan Kemenkes untuk mengetahui setiap pembaharuan informasi tingkat kerawanan penyebaran Virus Nipah.
Selama masih belum ada arahan dari sektor kesehatan, Kemenpar tidak melakukan pembatasan terhadap kunjungan wisatawan mancanegara.
Di samping itu belum ada laporan pula soal wisman batal berkunjung ke Indonesia, terutama Bali, sejak beredarnya informasi kemunculan Virus Nipah di India.
“Nanti kita komunikasi dengan Kemenkes tapi saat ini belum sih, belum ada pembatalan,” ujar Ni Luh Puspa. (kmb/balipost)










