Aksi penipuan yang diduga dilakukan oleh oknum petugas Money Changer (MC) di Jalan Raya Nyuh Kuning, Ubud. (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Sebuah unggahan dari akun We Rise Bali Explore mendadak viral setelah mengungkap aksi penipuan yang diduga dilakukan oleh oknum petugas Money Changer (MC) di Jalan Raya Nyuh Kuning, Ubud. Insiden ini menambah daftar panjang keresahan wisatawan terhadap keamanan transaksi penukaran valas di kawasan pariwisata tersebut.

Kejadian bermula saat seorang wisatawan menukarkan uang di sebuah gerai kecil dekat perempatan arah pusat Ubud.

Baca juga:  Ketua MDA Bali Laporkan Pemilik Dua Akun Medsos

Awalnya, staf menghitung uang di depan tamu dan jumlahnya dinyatakan pas. Namun, saat dihitung kembali di dalam mobil, uang tersebut berkurang sebesar Rp950.000.

Korban segera kembali ke lokasi dan memergoki staf sedang memungut uang yang sengaja dijatuhkan ke lantai di balik meja kasir. Sempat terjadi keributan hingga akhirnya pihak gerai mengembalikan seluruh dollar milik tamu. Kasus ini tidak dilaporkan ke polisi karena korban harus segera menuju bandara.

Baca juga:  WNA Ditemukan Tak Bernyawa di Vila, Tinggalkan Uang Ratusan Ribu untuk Biaya Kremasi

Kapolsek Ubud, Kompol I Wayan Putra Antara, Jumat (30/1) dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Meski tidak ada laporan resmi dari korban, pihak kepolisian telah memanggil pihak money changer untuk dimintai keterangan.

Di sisi lain, Kasat Pol PP dan Damkar Gianyar, Putu Yudanegara, mengungkap fakta mengejutkan mengenai legalitas usaha penukaran uang di wilayahnya.

Sejak akhir 2025, tercatat ada 112 gerai money changer yang didata. Mayoritas gerai tersebut berlokasi di Kecamatan Ubud.

Baca juga:  Keluar Bali Gunakan Sertifikat Vaksin Palsu Pakai Modus Ini di Gilimanuk, 2 Orang Ditangkap

Dari total 112 gerai, hanya 16 yang memiliki izin resmi dari Bank Indonesia (BI). “Kami mengimbau semua pihak untuk menjaga citra pariwisata Bali. Pelaku usaha wajib melengkapi izin bangunan dan operasional agar kepercayaan wisatawan tetap terjaga,” tegas Putu Yudanegara. (Wirnaya/balipost)

 

BAGIKAN