Proyek pengerjaan jalan dan trotoar di Denpasar pada tahun 2025 dan kini sudah rampung. Tahun ini PUPR kembali akan melakukan perbaikan sejumlah ruas jalan. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar menganggarkan Rp275 miliar untuk perbaikan jalan pada tahun ini. Ada 9 ruas jalan yang akan disasar untuk perbaikan pada tahun ini. Namun jumlah ini menurun drastis dari tahun 2025.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Denpasar, Ida Ayu Trisuci Arnawati saat dikonfirmasi Kamis (29/1) mengatakan, 9 ruas jalan yang dilakukan perbaikan tersebut memiliki panjang total 15,78 km.

Adapun kesembilan ruas jalan tersebut yakni Jalan Tangkuban Perahu (Utara), kawasan Jalan Suradipa dan Tunjung Tutur. Lalu ada Jalan Tukad Citarum, Jalan Pulau Saelus, Jalan Buana Kubu, Jalan Hang Tuah Timur. Kemudian ruas Jalan Tukad Badung, Jalan Kawasan Sanur yang merupakan lanjutan tahun lalu, serta rehabilitasi jalan dan penataan kawasan pusat kota.

Baca juga:  Perbaikan Jalan Jebol di Bajera Dikebut, Kerahkan Pekerja hingga 3 Shift

Dayu Tri Suci mengatakan, perbaikan jalan di tahun 2026 ini tak sebanyak di tahun 2025 lalu dikarenakan adanya pergeseran anggaran untuk penanganan sampah. “Nggih benar, ada pergeseran anggaran untuk penanganan sampah,” ungkapnya.

Untuk diketahui, di tahun 2025 lalu PUPR Denpasar melakukan perbaikan jalan sepanjang 23.726 km. Perbaikan dilakukan untuk 23 ruas jalan dan beberapa di antaranya seperti Jalan Teuku Umar Barat, Jalan Danau Tamblingan, hingga Jalan Kebo Iwo selatan. Selain jalan, di tahun 2025 juga dilakukan perbaikan dua jembatan yakni jembatan di Jalan Danau Tempe dan Jalan Kasuwari Penatih.

Baca juga:  Program TOSS Diapresiasi Kementerian PUPR, Layak Jadi Percontohan

Sebelumnya, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, pada 2026 ini Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar akan fokus dalam penanganan sampah dan banjir. Tahun 2025 Jaya Negara mengaku berusaha memenuhi semua indikator keberhasilan di Denpasar meskipun belum 100 persen. Seperti angka pengangguran yang diturunkan menjadi 1,4 persen dan kemiskinan turun menjadi 2,1 persen.

Kemudian dari sisi pembangunan infrastruktur mencapai 84 persen hingga tahun 2025. “Artinya kita terus berjuang perbaiki infrastruktur jalan, trotoar, fasilitas pendidikan dan lainnya. Tapi ada juga yang belum. Masyarakat mungkin ada yang bilang, kok masih ada yang compang-camping? Dari 84 persen, ada 16 persen yang masih terus kita kerjakan ke depan,” paparnya. (Widiastuti/balipost)

Baca juga:  Tidak Baik untuk Membangun Rumah, Berikut Ala Ayuning Dewasa 21 Oktober 2025

 

BAGIKAN