
DENPASAR, BALIPOST.com – Bali Villa Association (BVA) menegaskan sertifikasi usaha dan sumber daya manusia (SDM) akan menjadi faktor utama dalam menjaga daya saing vila Bali di tengah ketatnya persaingan destinasi pariwisata global.
Ketua BVA Putu Gede Hendrawan di Denpasar, Selasa (27/1) menyatakan, ke depan sertifikasi tidak hanya berfungsi sebagai penanda kualitas, tetapi juga akan menjadi acuan bagi wisatawan dan pelaku usaha dalam menilai kelayakan sebuah vila sebagai tempat menginap.
“Vila yang tersertifikasi menunjukkan standar kualitas, keamanan, dan profesionalisme. Ini penting agar usaha vila tetap layak dan direkomendasikan, terutama bagi wisatawan yang semakin selektif,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa klasifikasi KBLI vila ke depan akan masuk kategori risiko menengah tinggi, sehingga sertifikasi usaha menjadi syarat penting dalam proses penerbitan perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS).
Menurutnya, tanpa sertifikasi, pelaku usaha berpotensi menghadapi hambatan perizinan hingga teguran administratif dari pemerintah. Oleh karena itu, BVA terus mendorong anggotanya untuk segera melakukan sertifikasi usaha dan SDM sebagai bagian dari kepatuhan regulasi dan peningkatan kualitas industri.
Lebih lanjut BVA mendorong penerapan sertifikasi usaha vila secara masif dan konsisten sebagai langkah strategis untuk memperbaiki citra industri vila Bali yang selama ini kerap diwarnai pemberitaan negatif.
Gede Hendrawan menilai, berbagai kasus yang terjadi di sektor vila, termasuk persoalan keamanan dan tata kelola, menunjukkan pentingnya standar usaha yang terukur dan dapat diaudit.
“Dengan sertifikasi dan implementasi standar yang konsisten, tingkat keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan usaha akan meningkat. Kepercayaan wisatawan pun akan tumbuh kembali,” jelasnya.
Ia menambahkan, vila yang telah mengantongi sertifikasi dan menampilkan logo certified dalam strategi pemasaran online maupun offline akan memiliki keunggulan kompetitif, khususnya untuk menyasar wisatawan segmen menengah ke atas tanpa harus terjebak perang harga.
“Ini soal membangun kepercayaan global. Sertifikasi membuat vila Bali tampil lebih profesional dan bermartabat di mata pasar internasional,” tegas Hendrawan.(Suardika/balipost)










