
NEGARA, BALIPOST.com – Suasana duka menyelimuti Banjar Kaleran Kauh, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Seorang pemuda asal desa setempat, I Made Berta Mahendra, dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti program magang di Malaysia, Sabtu (24/1) sekitar pukul 00.00 Wita.
Almarhum diketahui tengah menjalani program magang selama enam bulan di salah satu hotel di Malaysia. Namun, magang tersebut baru memasuki bulan keempat saat korban sudah menghembuskan nafas terakhir.
Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Jembrana, Putu Agus Arimbawa, Senin (26/1) membenarkan adanya warga yang magang di Malaysia meninggal dunia. Warga ini merupakan anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga sehingga kepergiannya meninggalkan duka mendalam.
“Benar, yang bersangkutan sedang mengikuti program magang di Malaysia. Saya sudah sempat datang ke rumah duka, kondisi keluarga masih sangat terpukul,” ujar Arimbawa saat dikonfirmasi.
Menurut Arimbawa, saat kejadian korban tinggal satu kamar dengan rekannya asal Lombok. Rekan korban diketahui bekerja pada shift sore dan kembali ke kamar sekitar pukul 00.00 waktu setempat. Saat tiba di kamar, rekan korban mendapati Brata sudah dalam kondisi kaku dan tidak bernyawa.
“Kampus kemudian menghubungi pihak keluarga di Jembrana pada pagi harinya sekitar pukul 07.00 Wita untuk menyampaikan kabar tersebut,” jelasnya.
Berdasarkan informasi awal yang diterima, korban diduga meninggal dunia akibat serangan jantung mendadak. Padahal, menurut keterangan keluarga, korban tidak memiliki riwayat penyakit sebelumnya. Bahkan dua hari sebelum kejadian, korban sempat melakukan panggilan video dengan keluarga dan terlihat dalam kondisi sehat.
“Tidak ada keluhan sakit yang disampaikan kepada keluarga,” imbuh Arimbawa.
Sementara itu, Ketua DPRD Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi, menegaskan bahwa korban berangkat ke Malaysia secara resmi melalui program sekolah dan telah dilengkapi dengan perlindungan asuransi selama menjalani magang.
“Korban berangkat secara legal dan seluruh prosesnya tercakup dalam asuransi. Saat ini korban masih berada di rumah sakit untuk keperluan pemeriksaan lanjutan,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan pihak rumah sakit dan kepolisian setempat, korban dinyatakan meninggal dunia akibat gangguan jantung. Hasil pemeriksaan tersebut diterima sekitar pukul 16.00 Wita.
Dari hasil medis menyebutkan korban murni mengalami gangguan jantung. Saat ditemukan, kondisi dada warga usia 22 tahun tersebut sudah membiru
Meski demikian, pihak keluarga kembali menegaskan bahwa almarhum tidak pernah memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya.
Terkait pemulangan jenazah, Sri menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak sekolah. Karena korban tercatat dalam program magang resmi dan dilindungi asuransi, seluruh biaya pemulangan jenazah akan ditanggung hingga tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.
“Saat ini proses administrasi masih berjalan di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia. Pihak hotel dan perusahaan asuransi yang memiliki MoU sedang menangani pengurusan tersebut,” pungkasnya. (Surya Dharma/balipost)










