Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep. (BP/win)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, mengungkap fakta munculnya logo gajah PSI yang lahir di Bali, tepatnya di Tabanan.

Ia mengutarakan logo itu diperolehnya sekitar tiga minggu sebelum kongres partai. Ia menyebut, gajah dipilih setelah melalui proses panjang dan berbagai pertimbangan, termasuk menyingkirkan opsi logo lain seperti Pegasus, merpati, dan burung garuda. “Gajah itu lahir di Bali, di Tabanan. Prosesnya tidak mudah, dan akhirnya dipakai sampai sekarang,” ungkapnya.

Ia menegaskan pentingnya pembenahan struktur partai hingga ke tingkat paling bawah serta keberpihakan nyata kepada masyarakat dalam arahannya pada Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) sekaligus Pelantikan Pengurus DPW, DPD, dan DPC PSI se-Bali di The Trans Resort, Badung, Sabtu (24/1).

Baca juga:  Jokowi Tanggapi Pelaporan ke KPK dan Dinasti Politik

Kaesang secara terbuka mengaku sempat merasa kecewa setelah menerima laporan kondisi struktur PSI Bali pada Pemilu 2024 lalu. Menurutnya, struktur saat itu belum memenuhi standar yang seharusnya diterapkan partai.

“Saya jujur kecewa melihat laporan struktur PSI Bali di 2024. Itu bukan standar yang seharusnya kita pakai,” ujarnya.

Namun demikian, Kaesang mengapresiasi capaian PSI Bali saat ini di bawah kepemimpinan DPW yang baru, di mana struktur kepengurusan telah lengkap hingga tingkat DPC dan mencapai 100 persen kehadiran.

“Sekarang ini sudah sesuai standar DPP. Dari 57 DPC di Bali, semuanya hadir. Ini luar biasa, apalagi banyak yang datang dari Bali Utara, Barat, dan Timur,” kata Kaesang.

Baca juga:  Kaesang Pangarep Ingin Terjun ke Dunia Politik

Kaesang menegaskan, dengan struktur partai yang kini solid, PSI Bali memiliki peluang besar untuk melompat lebih jauh pada Pemilu 2029. Ia menekankan, target besar harus berani dipasang meski dicapai secara bertahap. “Mungkin belum juara satu di 2029, tapi bisa. Bisa juga di 2034 atau 2039. Tapi kalau tiba-tiba 2029 jadi nomor satu, kenapa tidak?” ujarnya disambut antusias kader.

Ia mengingatkan bahwa ukuran kekuatan partai bukan semata jumlah kursi saat ini, melainkan keberpihakan hati dan kerja nyata untuk masyarakat. “Walaupun kursi kita masih sedikit, tidak masalah. Yang penting hati kita untuk masyarakat Bali. Berikan yang terbaik,” tegasnya.

Baca juga:  Ibu Negara Kunjungi Stan Pameran Dekranasda Badung

Kaesang juga meminta seluruh Ketua DPD PSI se-Bali segera menggelar rapat koordinasi daerah (Rakorda) di wilayah masing-masing. Ia bahkan menyatakan akan memilih beberapa daerah untuk dikunjungi langsung sebagai bentuk perhatian dan evaluasi kinerja.

Menutup arahannya, Kaesang menegaskan bahwa ujung tombak PSI bukan hanya pimpinan pusat atau daerah, melainkan pengurus di tingkat paling bawah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Ujung tombak partai ini bukan Ketua Umum, bukan DPW, bukan DPD. Tapi teman-teman di DPC. Rapikan struktur sampai ke bawah supaya masyarakat benar-benar merasakan kontribusi PSI,” tandasnya. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN