Tim SAR gabungan mengantre untuk menuruni lereng gunung saat pencarian korban pesawat ATR 42-500 pada hari kelima di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Rabu (21/1/2026). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Basarnas menyatakan enam korban pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), masih dalam proses evakuasi oleh tim SAR gabungan. Pihaknya pun terus melakukan pencarian sisa korban yang belum ditemukan di area lokasi kejadian.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Kamis (22/1), mengatakan upaya evakuasi terhadap para korban dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat keselamatan personel, mengingat medan yang terjal serta kondisi cuaca yang berubah-ubah.

Baca juga:  Presiden Jokowi Resmikan Kantor FIFA di Jakarta

“Hingga hari ini terdapat enam korban yang masih dalam proses evakuasi oleh tim SAR gabungan. Proses ini kami lakukan dengan sangat hati-hati dan terukur,” katanya dikutip dari Kantor Berita Antara.

Kepala Basarnas menjelaskan bahwa selain korban yang masih dievakuasi, tim SAR gabungan juga berhasil menemukan benda lain sebanyak sembilan bagian di area pencarian.

“Perlu kami jelaskan bahwa yang dimaksud dengan body part di lokasi operasi adalah bagian dari pesawat maupun bagian dari anggota tubuh korban. Hingga hari ini total yang ditemukan adalah sembilan pack body part,” ucap Syafii.

Baca juga:  Terdampak Abrasi, Pedestrian Pantai Kuta Segera Diperbaiki

Syafii menegaskan bahwa seluruh temuan di lokasi kejadian langsung diamankan sesuai standar prosedur operasi sebelum diserahkan kepada pihak berwenang untuk dilakukan penanganan dan identifikasi lebih lanjut.

Dia pun menyatakan keselamatan personel SAR gabungan menjadi prioritas utama dalam operasi ini, sehingga setiap langkah evakuasi dilakukan dengan perencanaan matang dan koordinasi lintas sektor. (kmb/balipost)

BAGIKAN