Pengambilan sampel yang dilakukan pada ternak dalam upaya pencegahan penyebaran LSD. (BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Upaya pencegahan penyebaran virus Lumpy Skin Disease (LSD) atau lato-lato pada ternak sapi di Kabupaten Jembrana terus dilakukan. Selain vaksinasi tahap awal yang menyasar wilayah zona merah, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (PPP) Jembrana melakukan pengambilan sampel suspek LSD pada sejumlah ternak.

Pengambilan sampel dilakukan di sejumlah kecamatan, di antaranya Melaya, Negara, Jembrana, dan Mendoyo.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) Dinas PPP Jembrana, I Gusti Putu Ngurah Sugiarta, Kamis (22/1) mengatakan hingga kini jumlah kasus positif secara resmi masih tercatat 28 ekor sapi.

Baca juga:  Hingga 2 Desember, Ternak yang Diungsikan Capai 10.235 Ekor

Dari jumlah tersebut, tiga ekor telah terkonfirmasi positif berdasarkan hasil uji laboratorium Balai Besar Veteriner (BBVet). Sementara 25 ekor lainnya dinyatakan positif karena menunjukkan gejala klinis khas LSD dan berada pada lokasi yang sama.

Menurutnya tim terus melakukan upaya pencegahan penyebaran. Termasuk mengambil sampel puluhan laporan dengan status suspek. “Untuk memastikan ternak itu terjangkit atau tidak melalui hasil laboratorium dari BBVet,” kata Sugiarta.

Baca juga:  Dari Alasan PHK Seluruh Karyawan hingga Karangasem Diguncang Dua Gempa

Saat ini, tim juga masih mengambil sejumlah sampel ternak suspek LSD. Sebarannya di Kecamatan Melaya, Negara, Jembrana, dan Mendoyo. Sementara Kecamatan Pekutatan, sejauh ini masih dilaporkan nihil suspek.

Seluruh sampel rencananya dikirim ke BBVet Denpasar guna memastikan apakah ternak tersebut terinfeksi virus LSD atau justru terserang penyakit kulit lainnya.

Sugiarta menegaskan pihaknya sangat berhati-hati dalam menetapkan status tertular pada suatu wilayah. Beberapa laporan menurutnya penyakit kulit sapi hampir mirip gejala LSD. Seperti demodekosis. “Sebelum hasil lab keluar, kami tetapkan sebagai suspek,” tegasnya.

Baca juga:  Cegah Klaster Covid-19 Balapan Liar

Lebih lanjut, para peternak di Jembrana diimbau agar tidak panik, melainkan meningkatkan kewaspadaan. Dan dengan segera melapor ke petugas bila mendapati sapi dengan gejala benjolan pada kulit.  Menurutnya dengan aktifnya peternak melakukan pelaporan sejak dini, dapat mencegah meluasnya penularan serta menekan potensi kerugian ekonomi yang lebih besar. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN