
DENPASAR, BALIPOST.com – Penghuni kos di Jalan Palapa XI Gang Ikan Patin, Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan (Densel), Junita Vransisca BR Gilsang (48), Rabu (21/1), rencananya menghadiri undangan temannya di Klungkung. Namun, saat dijemput ke kos oleh rekannya, Junita ditemukan meninggal pukul 12.00 WITA. Sebelum meninggal, korban mengirim pesan singkat ke temannya jika ia sakit kepala dan mengidap diabetes.
Kanit Reskrim Polsek Densel, Iptu Azel Arisandi, Kamis (22/1), menjelaskan, dari keterangan teman korban, Ida Ayu Pancasari (48), awalnya ia bersama Anak Agung Ngurah Adi Ambarawa datang ke kos-kosan tersebut. Tujuannya menjemput korban untuk berangkat ke Kabupaten Klungkung menghadiri undangan.
Setibanya di lokasi, Pancasari bersama suaminya mencoba mengetuk pintu dan memanggil korban. Namun berulang kali dipanggil, tidak ada respons dari korban.
Mereka melihat AC di kamar tersebut hidup tapi pintunya terkunci. Mereka lalu menghubungi pemilik kos, I Gede Antara (51) untuk membuka pintu kontrakan korban dan mengecek keadaan korban. “Pemilik kos tiba di lokasi dan langsung membuka pintu menggunakan kunci cadangan,” ujarnya.
Setelah pintu dibuka, Antara bersama Adi masuk ke kamar korban. Saat itulah mereka melihat korban terbaring di tempat tidur posisi tengkurap. Mereka kemudian memeriksa kondisi tubuhnya, yang saat dipegang kondisi tubuh korban sudah dingin dan sudah meninggal. Peristiwa ini lalu dilaporkan ke kepolisian.
Anggota Polsek Densel bersama personel Unit Identifikasi Polresta Denpasar mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP. “Hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Kondisi tubuh sudah kaku dan terdapat lebam mayat,” tegas Azel.
Menurut Pancasari, sehari sebelumnya korban mengirim pesan lewat WhatsApp mengeluh sakit kepala karena sulit tidur selama dua hari terakhir. Korban juga diketahui menderita sakit diabetes. Jasad korban asal Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara ini, dibawa ke RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah, Denpasar, menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar. (Kerta Negara/balipost)










