Salah satu bencana pohon tumbang yang terjadi di Badung beberapa waktu lalu. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Sepanjang tahun 2025, Kabupaten Badung dilanda ratusan kejadian bencana alam yang menimbulkan kerugian cukup besar.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung, total kerugian akibat 114 kejadian bencana mencapai Rp 4.126.000.000. Kerugian tersebut dihimpun melalui pencatatan resmi Tim Jitupasna Badung yang berada di bawah koordinasi BPBD Badung.

Tim ini bertugas melakukan penilaian cepat, pendataan, hingga rekonstruksi pascabencana untuk memastikan besaran dampak yang ditimbulkan.

Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Badung, Putu Juniarta, seizin Kepala Pelaksana BPBD Badung, Wayan Darma, menyampaikan bahwa tim Jitupasna bergerak cepat menindaklanjuti setiap kejadian bencana yang dilaporkan masyarakat.

Baca juga:  Minimarket Disatroni Maling, Rokok dan Uang Raib

“Hasil pencatatan kami di Sistem Lencana total kerugian selama 2025 mencapai Rp 4.126.000.000. Ini belum termasuk penanganan yang dilakukan oleh OPD teknis seperti PUPR dan Perkim,” ungkap Juniarta pada Senin (19/1).

Ia menjelaskan, kerugian tersebut berasal dari berbagai jenis bencana yang terjadi sepanjang tahun. Bencana banjir menjadi penyumbang kerugian cukup besar, disusul cuaca ekstrem dan kebakaran.

Dari data realisasi bantuan, kerugian akibat bencana banjir mencapai Rp 1.319.000.000. Sementara itu, kebakaran menimbulkan kerugian sebesar Rp 590.000.000. Adapun cuaca ekstrem, seperti pohon tumbang, puting beliung, dan tanah longsor, mencatat kerugian paling besar, yakni Rp 2.199.000.000.

Baca juga:  Hujan Deras, Karangasem Dikepung Bencana Pohon Tumbang

“Dari data realisasi terdapat 72 bencana banjir, cuaca ekstrem, seperti pohon tumbang, puting beliung, tanah longsor 27 kejadian dan kebakaran kebakaran 15 kejadian,” jelasnya.

BPBD Badung terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kejadian bencana agar dapat ditangani dengan cepat.

Setiap laporan bencana yang masuk akan diverifikasi oleh Tim Jitupasna dan dicatat ke dalam Sistem Lencana. Data tersebut kemudian diteruskan kepada pimpinan daerah sebagai bahan pertimbangan dalam penyaluran bantuan.

Baca juga:  Siaga Hadapi Bencana

“Tim Jitupasna terdiri dari lintas OPD yang bertugas memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan tepat. Pemerintah daerah, kata dia, menempatkan pemulihan pascabencana sebagai prioritas utam,” terangnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN