Peta sebaran gempabumi di Bali dan sekitarnya dalam sepekan. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Di tengah kesibukan sehari-hari, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap aktivitas kegempaan di wilayah Bali, NTB, dan sebagian NTT. Berdasarkan data informasi seismisitas mingguan yang dirilis Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, tercatat ratusan kejadian gempa bumi selama periode 9–15 Januari 2026.

Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, menyampaikan bahwa dalam sepekan terakhir terjadi sebanyak 373 kejadian gempa bumi di wilayah Bali dan sekitarnya. Dari jumlah tersebut, terdapat dua kejadian gempa yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Jumlah kejadian gempabumi pada periode ini cukup tinggi, namun sebagian besar berkekuatan kecil dan tidak dirasakan,” ujar Cahyo Nugroho dalam keterangan resminya, Jumat (16/1).

Baca juga:  Sambut IMF-WB Meeting, Ini Fasilitas Baru Bandara Ngurah Rai

Berdasarkan klasifikasi magnitudo, gempa dengan kekuatan M ≥ 5 tidak ditemukan (0 persen). Sementara itu, gempa berkekuatan menengah 3 < M < 5 tercatat sebanyak 32 kejadian (9 persen), dan gempa kecil dengan magnitudo M ≤ 3,0 mendominasi sebanyak 341 kejadian atau 91 persen.

Dari sisi kedalaman, gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer paling banyak terjadi, yakni 314 kejadian (84 persen). Gempa berkedalaman lebih dari 60 kilometer tercatat 57 kejadian (15 persen), sedangkan gempa sangat dalam di atas 300 kilometer sebanyak 2 kejadian (1 persen).

Baca juga:  Lagi-lagi, 6 Zona Orange dan Luar Bali Sumbang Mayoritas Kasus COVID-19 Baru

Sejumlah gempa dilaporkan dirasakan oleh masyarakat. Di wilayah Bali, guncangan terasa di Kuta Selatan dengan intensitas III MMI, yang digambarkan sebagai getaran nyata di dalam rumah seperti ada truk melintas. Sensasi serupa juga dirasakan di Denpasar dan Kuta dengan skala II–III MMI, serta di Kabupaten Jembrana dengan intensitas II MMI, di mana benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.

Sementara itu di wilayah NTB, dampak gempa juga terasa cukup signifikan. Di Kabupaten Sumbawa, guncangan dilaporkan mencapai IV MMI, yang dirasakan banyak orang pada siang hari, bahkan menyebabkan jendela dan pintu berderik serta dinding berbunyi. Di Kabupaten Bima, guncangan tercatat pada intensitas III MMI.

Baca juga:  Dilaporkan, Kapal Asing Berkeliaran di Perairan Ujung-Seraya Diduga Curi Ikan

BBMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta terus memantau informasi resmi terkait aktivitas kegempaan melalui kanal resmi BMKG.

“Informasi seismisitas ini kami sampaikan agar masyarakat lebih memahami kondisi kegempaan di wilayahnya dan tidak mudah terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Dengan tingginya aktivitas seismik di kawasan ini, kewaspadaan dan kesiapsiagaan tetap menjadi kunci bagi masyarakat Bali, NTB, dan NTT dalam menghadapi potensi gempa bumi ke depan. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN