Relawan Vertical Rescue Indonesia membangun jembatan gantung melintasi sungai Tamiang di Desa Lubuk Sidup, Aceh Tamiang, Aceh, Senin (12/1/2026). Jembatan gantung sepanjang 240 meter yang dibangun Kemenhan, TNI dan Vertical Rescue Indonesia untuk menghubungkan kembali kecamatan Sekarak dengan Bandar Pusaka yang terputus karena rusaknya jembatan permanen akibat bencana banjir bandang dan luapan sungai Tamiang akhir November 2025. (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, mencapai 1.189 jiwa berdasarkan pemutakhiran data hingga Senin (12/1).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Rabu, mengatakan korban meninggal tersebut terdiri atas 550 jiwa di Aceh, 375 jiwa di Sumatera Utara, dan 231 jiwa di Sumatera Barat, sementara 33 jiwa lainnya masih dalam proses identifikasi.

Baca juga:  Wapres Minta Mitigasi Risiko Bencana Jadi Prioritas

Selain korban jiwa, dikutip dari Kantor Berita Antara, BNPB mencatat sebanyak 141 orang dinyatakan hilang dan 195.542 jiwa terpaksa mengungsi. Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi tertinggi mencapai 67.876 jiwa.

Tidak hanya fokus mengaktualisasi data dampak bencana selama status darurat di berbagai daerah berlaku, bahkan perpanjangan masa tanggap darurat di enam kabupaten di Provinsi Aceh, kata dia, pemerintah juga memastikan percepatan pemulihan masa fase transisi darurat di puluhan kabupaten dan kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Baca juga:  PDIP-PKB Kukuhkan Politik Nasionalis-Agama

Antara lain, lanjutnya, BNPB dalam fase pemulihan tersebut memprioritaskan pemenuhan kebutuhan infrastruktur vital, khususnya pembangunan 270 jembatan Bailey yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Hingga kini, sebanyak 20 unit jembatan telah terpasang dan 10 unit lainnya dalam proses pemasangan,” kata Abdul Muhari.

Abdul Muhari menyebutkan bahwa di Aceh, pemerintah telah mengirim 117 unit jembatan Aramco untuk mempercepat pemulihan akses wilayah terisolasi. Salah satunya Jembatan Bailey Jamur Ujung di ruas Bireuen-Takengon yang kini sudah dapat dilalui kendaraan roda empat.

Baca juga:  Kekuatan Nasional Dikerahkan Percepat Tanggap Darurat Banjir di Sumatera

Selain itu perakitan Jembatan Krueng Pelang di Aceh Tengah telah mencapai 80 persen, disertai kegiatan normalisasi sungai dan pembersihan fasilitas publik yang dilakukan secara terpadu oleh unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah. (kmb/balipost)

 

BAGIKAN