Pembersihan material tanah longsor di Lingkungan Tempek Semo, Banjar Mantring, Desa Petak Kaja, Kabupaten Gianyar. (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Curah hujan yang tinggi mengakibatkan bencana tanah longsor di Lingkungan Tempek Semo, Banjar Mantring, Desa Petak Kaja, Kabupaten Gianyar. Peristiwanya terjadi, Senin (12/1) malam dan sempat menutup akses jalan warga. Namun kini dipastikan sudah dapat dilalui kembali.

Kapolsek Gianyar, Kompol I Made Adi Suryawan, S.H., M.M., mengatakan, laporan kejadian itu diterima, Selasa (13/1) siang. Berdasarkan pendataan di lapangan, longsor terjadi akibat kondisi tanah yang labil serta intensitas hujan yang sangat tinggi di wilayah tersebut.

Baca juga:  Status IHDN Ditingkatkan, Rektor Sangat Mengapresiasi

Peristiwanya bermula pada Senin malam sekitar pukul 20.30 WITA. Salah seorang saksi mata, I Wayan Bintara (78), yang rumahnya berdekatan dengan lokasi, mengaku mendengar suara gemuruh saat hujan deras melanda.

“Saat dilakukan pengecekan ke luar rumah, terlihat tebing setinggi kurang lebih 5 meter di seberang pekarangan rumahnya sudah longsor. Material tanah tersebut menutupi akses jalan utama di lingkungan tersebut,” ujar Kompol Adi Suryawan.

Baca juga:  Seluruh Zona Merah COVID-19 di Bali Jadi 5 Besar Penyumbang Kasus Terbanyak

Mengetahui hal itu, warga segera melapor kepada Kelian Dinas Banjar Mantring dan Bhabinkamtibmas Polsek Gianyar untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Merespons kejadian tersebut, langkah cepat diambil oleh aparat kewilayahan bersama masyarakat. Selasa pagi, dilakukan aksi gotong royong massal yang melibatkan
Bhabinkamtibmas Polsek Gianyar, Babinsa Unsur Pemerintah Desa dan Desa Adat
Masyarakat Banjar Mantring guna membersihkan material longsor.

“Berkat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah desa, dan warga sekitar, material longsor berhasil dibersihkan, saat ini, akses jalan sudah kembali normal dan bisa digunakan seperti biasa masyarakat,” tambah Kapolsek.

Baca juga:  Musim Hujan, Tanaman Rentan Diserang Penyakit

Pihak Kepolisian mengimbau warga Gianyar, khususnya yang tinggal di dekat tebing atau lahan miring, untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat cuaca ekstrem dan curah hujan yang masih fluktuatif dalam beberapa hari terakhir. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN