Petani sedang menanam bibit padi di lahan pertanian di wilayah Padang Sambian Kaja, Denpasar. Dinas Pertanian Kota Denpasar mencatat realisasi luas tanam padi pada 2025 mencapai 94,76 persen.(BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dinas Pertanian Kota Denpasar mencatat realisasi luas tanam padi pada 2025 baru mencapai 94,76 persen. Hal tersebut dikarenakan kerusakan bendung intake yang membuat beberapa subak tidak bisa menanam hingga alih fungsi lahan. Disisi lain produktivitas lebih tinggi dari target.

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar A.A. Gde Bayu Bramasta didampingi Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) I Gusti Agung Anggreni Suwari saat diwawancarai, Jumat (9/1) mengatakan, luas tanam padi pada 2025 ditergetkan mencapai 3.153,75 hektare. Hingga akhir Desember 2025 tercatat relaisasi luas tanam baru 2.988,65 hektare. “Dengan demikian capaian terhadap target baru 94,76 persen.” katanya Agung Bayu.

Baca juga:  Padi di Subak Pangkung Gondang Diserang Keong

Meski demikian, dari sisi produksi mampu melebihi target yang terealisasi 102,42 persen. Demikian pula produktivitas juga melebihi target yakni 105 persen. Tingginya hasil produksi, kata Agung Bayu karena produktivitas mampu ditingkatkan yang didorong dengan penggunaan teknologi pertanian.
Dari sisi produksi, padi yang mampu dihasilkan oleh petani di Denpasar sepanjang tahun 2025 yakni sebanya 22.787,41 ton yang tersebar di empat kecamatan. Adapun produksi tertinggi ada di Denpasar Utara (Denut) mencapai 7.940,36 ton dengan luas tanam mencapai 1.064 hektare.

Kemudian produksi terbanyak kedua di Denpasar Timur (Dentim) mencapai 7.146,44 ton dengan luas tanam mencapai 946,05 hektare. Denpasar Selatan (Densel) memproduksi padi sebanyak 5.671,22 ton dengan luas tanam 646,60 hektare. Terakhir produksi terendah di Denpasar Barat (Denbar) sebanyak 2.029,39 ton dengan luas tanam 322 hektare.

Baca juga:  Dipicu Bakar Sampah, Lahan Kebun di Penyaringan Terbakar 

Demikian Agung Bayu mengatakan, realisasi luas tanam yang kurang dari target pada 2025 lalu disebabkan oleh beberapa hal. Pertama adanya kerusakan bendung intake Batannyuh, Densel yang membuat dua subak yakni Subak Kerdung dan Subak Sesetan tidak bisa menanam. Demikian adanya alihfungsi lahan hingga 70 hektare pada tahun 2025 juga berpengaruh terhadap menurunnya luas tanam pada 2025.

Berdasarkan data yang diberikan, luas tanam di Densel hanya terealisasi 646,60 hektare dari target 844,50 hektare. Demikian di Dentim realisasi luas tanam juga lebih rendah dari target yakni realisasi 946,05 hektare dari target 986,25 hektare. Sementara untuk Denut dan Denbar luas tanam sudah melebihi target. Di Denut target luas tanam mencapai 1.056 hektar terealisasi 1.064 hektare. Demikian Denpasar terealisasi 322 hektare dari target 267 hektare.

Baca juga:  Menjelang Panen, Padi Rebah Tersapu Angin

Pada tahun ini (2026), Dinas Pertanian Kota Denpasar menargetkan luas tanam pertanian padi mencapai 2.830,50 hektare dengan produksi yang mampu dicapai 2.419,19 ton. Demikian produktivitas tanaman padi pada 2026 ini ditergetkan mencapai 79,21 kwintal per hektare. (Widi Astuti/balipost)

BAGIKAN