
MANGUPURA, BALIPOST.com – Lama tak terdengar pascatidak terpilih kembali sebagai anggota DPRD Badung, Luh Gede Sri Mediastuti, kini muncul dengan identitas politik baru. Politisi senior asal Kuta yang selama ini dikenal sebagai Srikandi Partai Golkar Kabupaten Badung tersebut resmi bergabung dengan PDI Perjuangan.
Perpindahan Luh Gede Sri Mediastuti, atau akrab disapa Luh De, terlihat jelas saat ia mengenakan seragam PDI Perjuangan. Tak sekadar menjadi kader, Luh De juga mendapat kepercayaan sebagai Bendahara PAC PDI Perjuangan Kecamatan Kuta.
Luh De menegaskan, keputusannya bergabung dengan PDI Perjuangan bukan langkah instan, apalagi emosional. Ia memastikan proses tersebut melalui pertimbangan panjang, matang, dan penuh kesadaran politik. “Saya menegaskan bahwa keputusan saya untuk bergabung dengan PDI Perjuangan bukanlah keputusan yang diambil secara singkat atau emosional. Ini adalah proses panjang yang lahir dari perenungan, dialog batin, serta pertimbangan nilai dan arah pengabdian ke depan,” ujar Luh De saat dihubungi, Senin (5/1).
Meski telah berpindah haluan politik, Luh De tetap menyampaikan penghormatan tinggi kepada Partai Golkar yang telah menjadi rumah politiknya selama bertahun-tahun. Ia mengakui Golkar memberikan banyak pengalaman berharga dalam perjalanan karier politiknya. “Banyak proses pembelajaran, pengalaman, dan nilai-nilai kedisiplinan politik yang saya dapatkan di Golkar. Hubungan baik dan rasa hormat itu akan selalu saya jaga,” tegasnya.
Ia juga menepis anggapan bahwa kepindahannya dipicu kekecewaan atau praktik politik kutu loncat. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari ikhtiar melanjutkan pengabdian dengan ruang perjuangan yang lebih sejalan dengan idealisme dan kebutuhan masyarakat saat ini.
“Politik bagi saya bukan soal berpindah kendaraan, tetapi tentang konsistensi memperjuangkan kepentingan rakyat. PDI Perjuangan saya pandang sebagai rumah ideologis yang memberi ruang luas bagi perjuangan kerakyatan, kebangsaan, dan keberpihakan pada wong cilik,” paparnya.
Luh De berharap masyarakat memandang langkah politiknya sebagai dinamika demokrasi yang wajar, dewasa, dan beretika. Ia menegaskan, perbedaan pilihan politik tidak semestinya memutus persaudaraan. “Tujuan kita tetap sama, bekerja untuk rakyat dan daerah yang kita cintai,” tandasnya.
Disisi lain, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Badung, AAN Ketut Agus Nadi Putra, tidak menampik bahwa Luh De telah mengundurkan diri dari kepengurusan Golkar sejak beberapa waktu lalu. “Yang bersangkutan sudah mengundurkan diri dari kepengurusan Partai Golkar sejak masa Pilkada. Secara pribadi itu wajar-wajar saja, karena merupakan hak politik setiap individu,” ujarnya.
Ia menegaskan, Partai Golkar menghormati pilihan politik Luh De selama tetap berada dalam koridor ideologi kebangsaan. “Ke mana pun beliau berlabuh, selama partainya berideologi NKRI dan nasionalis, tentu kami apresiasi. Itu hak politik pribadi yang harus dihormati,” pungkasnya. (Parwata/balipost)










