
BANGLI, BALIPOST.com – Palinggih Meru Tumpang Tiga di Pura Puseh Kintamani, Banjar Jayamaruti, Desa Kintamani, terbakar Jumat (2/1) pagi. Insiden tersebut diduga kuat dipicu oleh percikan kembang api yang mengenai atap bangunan yang terbuat dari material ijuk.
Peristiwa itu pertamakali diketahui oleh saksi I Wayan Adi Darma. Saksi yang sekitar pukul 07.30 wita sedang berada di kandang ayamnya tepatnya di sebelah utara Pura Puseh Desa Kintamani sempat mendengar suara ledakan kembang api di sekitaran pura. Sejam kemudian saksi melihat atap meru yang terbuat dari ijuk di pura Puseh Desa Kintamani sudah mengeluarkan asap.
Melihat hal itu saksi langsung meminta pertolongan kepada warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut ke kantor desa. “Menerima informasi tersebut kemudian warga, perangkat Desa Kintamani dan anggota Polsek Kintamani melakukan upaya pemadaman dengan alat seadanya,” kata Kasi Humas Polres Bangli Iptu I Ketut Gede Ratwijaya.
Sekitar pukul 09.41 wita Damkar Kabupaten Bangli tiba di lokasi dan langsung memadamkan api yang masih menyala. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.23 wita.
Ratwijaya mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Akibat kejadian itu bangunan Meru Tumpang Tiga tersebut mengalami kerusakan. Diperkirakan kerugian materiil mencapai Rp 400 juta. “Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah karena percikan kembang api,” terangnya. (Dayu Swasrina/balipost)










