Polres Bangli menggelar rekonstruksi kasus perkelahian maut yang menewaskan dua warga di Banjar Tabu, Desa Songan, Kintamani Jumat (12/12). (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Polres Bangli menggelar rekonstruksi kasus perkelahian maut yang menewaskan dua warga di Banjar Tabu, Desa Songan, Kintamani. Rekontruksi dilaksanakan di Parkiran Polres Bangli Jumat (12/12).

Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Ketut Gede Ratwijaya, menjelaskan bahwa ketiga tersangka yaitu I Jero Wage, I Nyoman Berisi, dan I Ketut Arta, dihadirkan langsung untuk memerankan setiap adegan. Total ada 18 adegan yang diperagakan oleh ketiga tersangka. Sementara itu, peran korban diperankan oleh anggota kepolisian.

Rekonstruksi dilaksanakan mulai pukul 10.00 hingga 11.30 WITA. Rekontruksi ini bertujuan untuk melengkapi berkas penyidikan dan merupakan permintaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Kegiatan itu turut disaksikan langsung oleh JPU I Nyoman Carikyasa. “Pelaksanaannya berjalan aman dan lancar,” ujar Iptu Ratwijaya.

Baca juga:  Direkonstruksi, Pelaku Penusukan Hingga Tewas di Gitgit Lakukan 27 Adegan

Dia menambahkan bahwa pemilihan lokasi di parkiran Polres Bangli dilakukan dengan pertimbangan keamanan.

Seperti yang diketahui perkelahian berujung maut terjadi di Desa Songan A Minggu (12/10) lalu. Dua orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka setelah terlibat perkelahian dengan senjata tajam.

Korban meninggal masing-masing bernama I Ketut Artawan (55) dan Jero Sumadi (47). Sementara korban luka yakni I Wayan Ruslan (53). Sedangkan pelaku, I Ketut Arta (29), Jero Wage (40), Mangku Bersi (33). Korban dan pelaku sama-sama warga Banjar Tabu, Desa Songan A.

Polres Bangli mengungkap motif di balik kasus perkelahian maut itu dipicu oleh perselisihan terkait jalur Jeep tour wisata. Wakapolres Bangli Kompol Willa Jully Nendissa menjelaskan antara kelompok tersangka dan kelompok korban awalnya mereka tergabung dalam sebuah komunitas Jeep tour di kintamani. Namun dalam perjalanan komunitas tersebut terjadi salah paham terkait jadwal tour jeep yang mengakibatkan perpecahan dalam komunitas mereka. “Dan akhirnya perselisihan memuncak yang mengakibatkan peristiwa tersebut terjadi,” terangnya dalam pres rilis, Rabu (15/10) lalu.

Baca juga:  Pecalang Turut Amankan Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mengening

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka diketahui bahwa para pelaku nekat menyerang para korban karena merasa tersinggung atau tidak terima akibat chat yang bernada tantangan yang dikirim oleh korban Jero Sumadi terkait masalah Jeep tour. Ketiga tersangka secara bersama-sama sempat melakukan serangan kepada para korban yang mengakibatkan luka tebas dan luka tusukan pada tubuh korban.

Tersangka Arta dan Berisi menyerang para korban dengan sebilah pedang. Sedangkan Jero Wage menyerang korban menggunakan tombak.

Baca juga:  Terlibat Perkelahian, Pria Derita Luka Tebas di Kepala

“Tersangka utama yaitu i Ketut Arta dirinya sempat menyerang ketiga korban yaitu Jero Sumadi, Ketut Artawan dan Wayan Ruslan. Kemudian tersangka Jero Wage dan Nyoman Berisi hanya sempat menyerang korban Jero Sumadi,” jelasnya.

Akibat kejadian itu, I Ketut Artawan dan Jro Semadi meninggal dunia di lokasi kejadian. Keduanya sempat dibawa ke puskesmas setempat sebelum kemudian dilarikan ke RSUD Bangli. Selain dua korban meninggal, perkelahian tersebut juga menyebabkan satu korban luka yakni, Wayan Ruslan. (Dayu Swasrina/balipost)

 

BAGIKAN