Pengawasan SPBU di Candikuning oleh petugas Bidang Metrologi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tabanan. (BP/istimewa)

TABANAN, BALIPOST.com – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang identik dengan lonjakan arus lalu lintas, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan memperketat pengawasan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Langkah ini untuk memastikan volume BBM yang diterima konsumen sesuai dengan takaran serta mencegah potensi kecurangan.

Kepala Bidang Metrologi Disperindag Tabanan, I Wayan Roby Megananta mengatakan, pengawasan intensif sudah dimulai sejak minggu kedua Desember 2025 dan saat ini masih terus berlangsung. Tahun ini, pihaknya menargetkan 20 titik SPBU untuk dilakukan pengecekan.

Baca juga:  Bali Diduga Dijadikan Lokasi Produksi Konten Film Dewasa

“Sampai hari ini sudah 12 SPBU kami awasi, dan hasilnya masih dalam batas kesalahan yang ditentukan,” ungkapnya, Jumat (12/12).

Roby menegaskan, pengawasan ini penting untuk memberikan kepastian takaran BBM sesuai standar, terlebih di masa libur panjang ketika kebutuhan masyarakat meningkat.

Ia menjelaskan, pengawasan rutin sebenarnya sudah berjalan sepanjang tahun, dan saat ini pengawasan sudah menyasar wilayah Kota Tabanan, Marga, Penebel, hingga Baturiti.

Baca juga:  Beroperasi Sejak November 2022, PLTS Hybrid Konsisten Pasok Kelistrikan Nusa Penida

Terkait potensi adanya SPBU nakal, Roby menegaskan hingga saat ini belum ditemukan pelanggaran berarti. Hal ini disebutnya karena pengawasan dilakukan secara berkala.

“Kalaupun ditemukan indikasi kecurangan, langkah pertama adalah pembinaan. Kami juga mengarahkan agar segera dilakukan layanan tera ulang terhadap mesin yang bermasalah sebagai bentuk teguran pertama,” jelasnya.

Meski demikian, Roby mengakui pelaksanaan pengawasan masih terkendala keterbatasan anggaran. Dana pengawasan kemetrologian hanya Rp25 juta per tahun, angka yang menurutnya tidak pernah berubah dari tahun ke tahun. Kondisi ini berdampak pada belum maksimalnya pengawasan terhadap seluruh UTTP (Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya) yang ada di Tabanan.

Baca juga:  Tarif BBNKB I Kendaraan Umum akan Diturunkan

“Banyak SPBU sementara personel kami sangat terbatas, hanya 4 orang. Untuk jalur ke barat kami upayakan selesai dalam waktu dekat,” tambahnya. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN