Pengendara mobil antre melintas di simpang Titibanda, Denpasar saat lalu lintas padat di Jalan Bypass Ngurah Rai. Kondisi seperti ini tidak hanya terjadi di jalur ini, kepadatan lalulintas kendaraan juga sering terjadi di sejumlah ruas jalan Kota Denpasar dan Badung. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Antisipasi kemacetan saat liburan Nataru terus dilakukan pihak kepolisian. Untuk wilayah Denpasar Timur (Dentim), ada dua lokasi krusial macet yakni di Simpang Tohpati, Jalan Gatot Subroto Timur-Jalan Supratman dan Jalan Bypass Ngurah Rai, Padanggalak-Jalan Waribang. Polsek Dentim telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah kemacetan tersebut.

Kapolsek Dentim, Kompol Ketut Tomiyasa, Jumat (13/12) menjelaskan upaya yang sudah dilakukan yakni berkoordinasi dan komunikasi dengan Dishub Denpasar yakni mengaktifkan traffic light (TL) dekat Patung Titi Banda.

“Tinggal kami melakukan imbauan ke sopir truk besar agar tidak  parkir  di seputaran Titi Banda dan Jalan Bypass Ngurah Rai untuk mencegah kemacetan,” tegasnya.

Baca juga:  Baik untuk Membuat Awig-awig, Berikut Ala Ayuning Dewasa 5 Februari 2026

Disamping itu, melakukan pengaturan dan penempatan personel tiap saat. Termasuk berkoordinasi dengan Polsek Denpasar Seletan terkait pengaturan keluar masuknya kendaraan di Pelabuhan Sanur. “Kalau pagi mulai pukul  09.00 Wita dan pukul 16.00 Wita,” ungkap Kompol Tomiyasa.

Mantan Kabagops Polresta Denpasar ini menjelaskan pihaknya akan mendirikan Posko Pengamanan (Pospam). Dari pos tersebut anggota bisa memantau aktivitas  masyarakat. “Sampai saat ini kami belum ada laporan atau informasi terkait event Nataru di Lapangan Puputan Margarana, Renon. Namun kami tetap melaksanakan pengawasan di lapangan tersebut,” ungkap Tomiyasa.

Terkait pengamanan Nataru, Kompol Tomiyasa mengatakan pihaknya sudah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pengurus sejumlah gereja besar. Koordinasi tersebut utamanya soal pengaturan tempat parkir karena rawan macet. Agar dicarikan solusi kantong parkir memadai di masing-masing gereja. Kalau gerejanya berada di lingkungan perkantoran bisa dikoordinasikan dengan  pemerintahan agar bisa diizinkan tempat parkir kendaran jemaat.

Baca juga:  Di Tengah Tingginya Harga Emas, Permintaan Logam Mulia Meningkat

“Kami juga melakukan sambang dan koordinasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat serta menitip pesan  kamtibmas agar bisa disampaikan kepada warganya turut menjaga keamanan serta ketertiban.  Bersama-sama melakukan kegiatan positif terutama saat malam tahun baru,” tegasnya.

Saat merayakan Tahun Baru 2026, Tomiyasa mengimbau masyarakat tidak berlebihan dalam euforia. Pasalnya saat ini di daerah lain kondisi memperihatinkan karena bencana alam.  Laksanakan perayaan  secukupnya dan antisipasi hal-hal tidak diinginkan. Selain itu diharapkan seluruh masyarakat dimanapun berada selalu meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem dominasi hujan.

Baca juga:  Semangat Mepatung Ditengah Merebaknya Isu MSS

Oleh karena itu, perlu waspada banjir, tanah longsor dan pohon tumbang. “Rapat koordinasi pengamanan Nataru sudah dilakukan di Polresta Denpasar. Saat Nataru nanti Polresta Denpasar akan gelar Operasi Lilin Agung 2025. Untuk personel pengamanan ditentukan atau terseprin oleh Polresta. Bagi anggota Polsek Dentim yang tidak masuk seprin tetap kami siagakan di mako sebagai cadangan. Semoga perayaan Nataru tahun ini berlangsung aman dan kondusif,” tutupnya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN