
AMLAPURA, BALIPOST.com – Pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan terkait video cekcok antara warga dengan sopir di kawasan Pelabuhan Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem, yang viral di media sosial (medsos) pada Jumat lalu. Setelah aparat turun melakukan penyelidikan, masalah itu akhirnya diselesaikan dengan cara mediasi dan berakhir damai.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Padangbai, AKP I Wayan Gede Wirya mengungkapkan, menindaklanjuti viralnya video tersebut, pihaknya langsung memerintahkan Kanit Intel IPTU I Made Kaya Arcana bersama anggota Reskrim untuk memanggil pihak-pihak yang terlibat guna dilakukan klarifikasi dan penyelesaian masalah secara kekeluargaan.
“Kami bertindak cepat untuk mencegah kesalahpahaman semakin meluas dan menjaga situasi tetap kondusif. Semua pihak sudah dimintai keterangan dan telah sepakat berdamai,” ucapnya, Minggu (30/11).
Wirya mengatakan, dalam klarifikasi tersebut hadir beberapa pihak, antara lain I Komang Putrayana (57), I Nyoman Perdana Putra (51), Ngurah Putu Eka Putra (34), dan I Gede Karya (42). Dalam keterangannya kepada aparat, para sopir lokal di Padangbai tersebut tidak melakukan pemalakan, melainkan hanya mengingatkan agar aturan antrean sopir lokal dihormati.
“Dijelaskan juga, tarif yang diminta sama dengan yang telah disepakati secara online, yakni Rp300.000 untuk perjalanan ke Uluwatu. Serta di Padangbai berlaku aturan paguyuban driver agar transportasi berbasis aplikasi tidak mengambil penumpang secara langsung di area pelabuhan tanpa koordinasi. Melalui panggilan video yang dimediasi kepolisian, Linda dan pihak sopir lokal saling meminta maaf dan menyatakan bahwa peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman dan sepakat diselesaikan secara kekeluargaan,” katanya.
Dikatakannya, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 -17.00 Wita di sebelah Kantor Bank BRI Cabang Padangbai. Keributan dipicu kesalahpahaman terkait penggunaan jasa transportasi antara rombongan penumpang, yakni Linda dan keluarganya, dengan para sopir lokal Padangbai.
“Linda sebelumnya memesan kendaraan melalui I Gede Karya (42), warga Desa Antiga. Karena sedang berada di luar kota, Gede Karya mengarahkan temannya bernama Nasun dari Denpasar untuk menjemput rombongan di Padangbai. Sekitar pukul 16.30 Wita, rombongan Linda menaiki mobil yang berada di luar antrean resmi transportasi lokal. Hal itu kemudian ditegur oleh salah satu driver lokal I Komang Putrayana (57) yang meminta agar penumpang menggunakan jasa angkutan resmi yang telah mengikuti antrean di Padangbai,” imbuhnya. (Eka Parananda/balipost)










