
JAKARTA, BALIPOST.com – Timnas U-22 Indonesia datang ke SEA Games 2025 Thailand dengan kekuatan baru dan nuansa yang lebih segar. Empat pemain diaspora resmi dipanggil pelatih Indra Sjafri untuk memperkuat Garuda Muda dalam perburuan prestasi di Chiangmai mulai pekan depan.
Nama-nama tersebut adalah Ivar Jenner (FC Utrecht), Dion Marxk (TOP Oss), Mauro Zijlstra (FC Volendam), serta Marselino Ferdinan (AS Trencin). Kehadiran empat pemain yang merumput di Eropa ini memberi warna tersendiri dalam skuad berisi 23 pemain tersebut.
Mengutip dari Kantor Berita Antara, Marselino Ferdinan menjadi satu-satunya pemain yang sudah kenyang pengalaman di SEA Games. Gelandang kreatif berusia 21 tahun itu telah dua kali membela Indonesia di ajang serupa, Vietnam 2021 dan Kamboja 2023.
Tak hanya itu, Marselino juga merupakan bagian dari skuad emas SEA Games 2023, prestasi yang masih membekas di hati publik sepak bola Indonesia. Dari generasi juara itu, hanya tersisa tiga pemain di edisi 2025 ini yaitu Marselino, Muhammad Ferarri, dan Ananda Raehan. Ketiganya menjadi tulang punggung sekaligus pemimpin di lapangan bagi para pemain muda lainnya.
Tiga pemain diaspora lainnya, Jenner, Marxk, dan Zijlstra, semuanya berasal dari kompetisi Belanda. Kehadiran mereka membawa harapan baru terkait peningkatan kualitas permainan timnas, terutama dalam aspek teknik, tempo, dan pemahaman taktik modern yang menjadi ciri khas sepak bola Eropa.
Ivar Jenner yang tampil reguler di FC Utrecht, Dion Marxk yang dikenal dengan kecerdasan bermainnya bersama TOP Oss, serta Mauro Zijlstra yang berproses di FC Volendam, digadang-gadang memberi dimensi berbeda pada permainan Garuda Muda.
Dari dalam negeri, Bali United menjadi klub penyumbang pemain terbanyak dengan tiga nama: Kadek Arel, Rahmat Arjuna, dan Jens Raven. Ketiganya tampil menonjol di Liga 1 dan kini mendapat kepercayaan untuk mengharumkan nama bangsa.
Di bawah Bali United, ada lima klub yang masing-masing menyumbang dua pemain: PSIM Yogyakarta, PSM Makassar, Borneo FC, Bhayangkara Presisi Lampung FC, Persija Jakarta, dan Persib Bandung. Komposisi ini menunjukkan betapa meratanya kualitas talenta muda Indonesia saat ini.
Awalnya Indonesia dijadwalkan tampil di Grup C bersama Singapura, Filipina, dan Myanmar. Namun perubahan besar terjadi setelah Kamboja memutuskan mundur dari Grup A. Konsekuensinya, Singapura dipindah ke Grup A untuk mengisi kekosongan tersebut.
Artinya, Indonesia kini hanya akan memainkan dua laga di fase grup, masing-masing menghadapi Filipina pada 8 Desember dan Myanmar pada 12 Desember. Semua pertandingan berlangsung di Chiangmai, Thailand.
Dengan jadwal yang lebih singkat, setiap pertandingan akan memiliki tekanan yang jauh lebih besar tak ada ruang untuk terpeleset. (Suka Adnyana/balipost)









