Petugas Berusaha Memadamkan Api di Areal Setra. (BP/Yud)

 

SINGARAJA, BALIPOST.com – Suasana khidmat upacara ngaben di Setra (kuburan) Adat Penarukan, Jalan Ratulangi, Desa Penarukan, Kecamatan Buleleng, mendadak berubah panik. Areal setra tiba-tiba dilalap api pada Selasa (14/10) sekitar pukul 16.15 WITA.

Api muncul secara tiba-tiba dan dengan cepat membesar, membuat warga yang hadir dalam upacara kalang kabut. Embusan angin kencang membuat kobaran api cepat menjalar ke semak-semak kering di sekitar lokasi.

Baca juga:  MK Putuskan Pemerintah Harus Gratiskan Pendidikan Dasar Sekolah Negeri/Swasta

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, saat dikonfirmasi, Rabu (15/10) menjelaskan, kebakaran diduga dipicu dari api upacara ngaben yang tidak sengaja menjalar ke sekitar area setra.

“Warga langsung melakukan pemadaman manual menggunakan alat seadanya. Namun api terus membesar sehingga membutuhkan bantuan Damkar,” ujarnya.

Dua unit mobil pemadam kebakaran beserta 10 personel diterjunkan ke lokasi. Setelah berjibaku selama 35 menit, api akhirnya berhasil dipadamkan. Diperkirakan luas lahan yang terbakar mencapai 10 are.

Baca juga:  Polisi Waspadai Sindikat Narkoba Manfaatkan Ojol

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat agar lebih waspada saat menggunakan api, terutama di musim kemarau yang rawan kebakaran. (Yudha/balipost)

BAGIKAN