
DENPASAR, BALIPOST.com – Sebanyak 8 orang personel Polda Bali mengalami luka-luka karena demonstrasi yang berakhir ricuh di Mapolda Bali, Jl. WR. Supratman, Denpasar pada Sabtu (30/8) siang.
Saat ini, menurut Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy S.I.K., kedelapan personel menjalani perawatan di RS Trijata Polda. Selain 8 personel Polda, sebanyak 2 orang sipil juga mengalami luka-luka.
Ariasandy mengungkapkan personel Polri yang mengalami luka-luka merupakan aparat yang sedang bertugas melakukan pengamanan aksi demonstrasi yang diinisiasi Aliansi Bali Tidak Diam itu. Mereka mengalami luka-luka akibat lemparan batu massa.
Dengan terpaksa, lanjut Ariasandy, pasukan Penanggulangan Huru Hara (PHH) Brimob dan Samapta Polda Bali bertidak tegas namun sesuai SOP. Mereka memaksa para pendemo mundur dan berusaha membubarkan, karena sudah anarkis dan sangat membahayakan warga sekitar.
“Namun pendemo semakin anarkis dan semakin membahayakan dan akhirnya kami mengamankan 22 orang yang paling aktif memprovokasi massa, diantaranya ada yang dari Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Gorontalo, Flores, termasuk Bali. Mereka saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polda Bali,” ungkapnya.
Ia pun meminta agar pendemo tidak bertindak anarkis. “Unjuk rasa boleh dan itu sah namun jangan anarkis, apalagi kita ketahui bersama Bali hampir 70 persen hidup dari sektor pariwisata, kalau Kamtibmas terganggu otomatis akan menggangu kunjungan wisatawan ke Bali,” tegasnya.
Terkait kejadian tersebut, pihaknya mengajak seluruh lapisan masyarakat menjaga Bali. “Mari kita menjaga Bali yang kita cintai ini agar tetap ajeg, aman dan damai,” tutup KBP Ariasandy.
Sebelumnya, dalam aksi massa ini sejumlah tuntutan disuarakan oleh perwakilan “Bali Tidak Diam.”
Menurut Humas Aliansi Bali Tidak Diam, berinisial A, yang ditemui wartawan di sela-sela aksi orasi para pendemo, sebanyak 33 tuntutan disuarakan dalam aksi demonstrasi kali ini. Sejumlah tuntutan itu, antara lain pembubaran DPR RI, pecat pimpinan Polri yang gagal dalam menyelamatkan massa aksi, bebaskan dan hentikan kriminalisasi terhadap tahanan politik termasuk para demonstran, kembalikan independensi KPK, dan usut tuntas insiden matinya Affan Kurniawan (21) karena dilindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob Polda Metro Jaya.
Ia mengatakan peserta yang ikut dalam aksi demonstrasi kali ini dari berbagai kalangan. “Kalau peserta yang hadir dalam demo pagi ini, kami melebur atas nama masyarakat Bali dengan nama aliansi Bali Tidak Diam,” ujar A.
Dalam kesempatan itu, massa aksi mengatakan akan tetap menggelar demonstrasi sampai semua aspirasi tersampaikan. (Kerta Negara/balipost)