
DENPASAR, BALIPOST.com – Untuk membantu Bali dalam mengelola pariwisata, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendatangkan Asian Development Bank (ADB).
Menurut Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Kemenko Perekonomian Herfan Brilianto Mursabdo di Denpasar, Jumat (29/8), kedatangan bank pembangunan regional di Asia-Pasifik itu bukan untuk pemberian bantuan pendanaan.
“Kami bersama tim Asian Development Bank sebagai mitra internasional yang memang kita selalu berdiskusi bersama-sama, mereka punya pengetahuan praktik terbaik internasional, jadi kita juga bisa memanfaatkan beberapa pengetahuan mereka terutama dari sisi spesialis infrastruktur maupun pariwisata,” kata Herfan dikutip dari Kantor Berita Antara.
Pada tahapan ini, Kemenko Perekonomian mendorong diskusi-diskusi keuangan dalam menyelesaikan persoalan pariwisata di Bali.
“Mengingat Bali sebagai kawasan yang banyak sekali wisatawan asing datang, tentunya harus dipikirkan benar-benar bagaimana menyeimbangkan kehadiran mereka dengan ketersediaan sumber daya yang ada di Bali sehingga bisa seimbang, pada intinya kita mencoba mendiskusikan karena Bali itu pintu gerbang utama Indonesia,” kata Herfan.
Ia menegaskan kehadiran ADB belum memasuki tahap diskusi bantuan pendanaan sebab yang diutamakan menentukan konsep pembangunan pariwisata yang lebih tepat.
“Kalau yang kita butuhkan sebetulnya bagaimana mengatur pembiayaan APBN, daerah, dan sektor swasta, dan ini kan hal-hal yang perlu disinergikan seperti dengan ADB karena mereka punya kelebihan dalam hal pengelolaan risiko proyek sehingga nilai dari proyek itu risikonya lebih kita perkecil, tidak soal pendanaan saja,” ujarnya.
Dari pertemuan ini Kemenko Perekonomian menemukan beberapa persoalan kepariwisataan yang perlu dibenahi di Bali yaitu isu infrastruktur, isu pengelolaan pariwisata yang di dalamnya terdapat persoalan sampah dan pemeliharaan pantai, serta isu keberlanjutan mengenai pemanfaatan energi dan sumber daya alam.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bali I Wayan Sumarajaya menyampaikan meskipun Pemprov Bali sudah menyusun arah pembangunan ke depan, Bali masih membutuhkan panduan dalam membangun.
“Kami sudah paham semua bahwa Bali ke depan pembangunan pariwisata adalah pariwisata budaya berkualitas dan bermartabat, tapi kondisi pariwisata Bali memang sangat dipengaruhi oleh kunjungan wisman, walaupun industri pariwisata kami sudah berkembang, masih banyak hal-hal yang harus dipenuhi,” ucapnya.
Adapun permasalahan yang diajukan Pemprov Bali untuk dibantu dikelompokkan menjadi tiga yaitu masalah alam dan lingkungan, masalah sampah, dan pembangunan yang yang terkonsentrasi di Bali Selatan.
“Yang kita saksikan dan kita rasakan adalah kemacetan semakin tinggi, produksi sampah juga semakin tinggi, dan ada kesenjangan antar-wilayah, mungkin dengan kehadiran Kemenko Perekonomian maupun ADB ini bisa memberikan solusi dan bantuan,” kata Sumarajaya. (kmb/balipost)