Megawati meninjau stand UMKM di Buleleng Festival 2025. (BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri, melakukan kunjungan ke Kabupaten Buleleng pada Sabtu (23/8). Didampingi Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, Megawati meninjau Buleleng Festival (Bulfest) 2025 yang dipusatkan di jantung Kota Singaraja.

Saat meninjau sejumlah stand UMKM, Megawati menyampaikan pesan penting kepada para pelaku usaha dan perajin lokal. Ia menekankan agar mereka segera mengurus Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) sebagai bentuk perlindungan karya.

Baca juga:  Awal April, Bupati PAS akan Lakukan Mutasi Jabatan

“Kalau karya atau desain kamu diambil orang lain, bagaimana rasanya? Makanya, kalau sudah punya karya atau merk, segera daftarkan ke pemerintah supaya terlindungi,” ujar Megawati kepada para perajin.

Megawati tampak memberi perhatian khusus pada stand kain songket dan endek dari pengrajin asal Kelurahan Beratan, Kecamatan Sukasada serta Desa Sinabun, Kecamatan Sawan.

Ia berbincang langsung dengan perajin untuk mengetahui kendala mereka dalam menjalankan usaha.

Baca juga:  Safari Ramadan di Jateng dan Sulsel, BRI Gelar Pasar Murah 2.000 Paket Sembako

Selain itu, Megawati juga meninjau stand perhiasan karya perajin lokal Buleleng. Ia terlihat cukup lama memperhatikan koleksi kalung mutiara yang dipamerkan.

Salah satu perajin endek dan songket asal Desa Sinabun, Ketut Rajin, menyebut kunjungan Megawati ke stand miliknya bukanlah yang pertama. “Ini kali kedua kami dikunjungi Ibu Mega. Sebelumnya, saat Bulfest sebelum pandemi COVID-19, beliau sempat ke sini. Bahkan tahun 2013 juga pernah mengunjungi galeri kami,” ungkapnya.

Baca juga:  Jokowi Buka PKB, Desa Adat Sumerta Sambut dengan Baliho Pembatalan Perpres 51 Tahun 2014

Pada kesempatan itu, Megawati juga membeli dua kain endek. Salah satunya bermotif endek rangrang dengan desain songket bintang tabur, serta endek dengan motif kupu-kupu barong.

“Ibu Mega langsung tertarik dengan motif itu, jadi dibeli dua buah. Harganya bervariasi,” tambah Ketut Rajin. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN