angdes
Wakil Bupati Gianyar Agus Mahayastra saat menemui para sopir usai mengikuti sosialisasi di Balai Budaya Gianyar, Selasa (23/1). (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Kendaraan angkutan desa (angdes) di Kabupaten Gianyar akan dijadikan angkutan khusus pelajar. Dinas Perhubungan Kabupaten Gianyar pun tengah melakukan sosialisasi terhadap para sopir di Balai Budaya Gianyar, Selasa (23/1).

Menurut Kadishub Gianyar I Wayan Artana, pihaknya melakukan sosialisasi pelayanan angkutan khusus pelajar ini kepada para sopir. “Kita lakukan sosialisai terhadap para sopir, nanti ini beroperasinya seperti yang dijalankan pemerintah Tabanan, menggunakan sistem sewa layanan,“ katanya.

Baca juga:  Jaga Bali Aman dan Damai, Polda Bali Gelar Apel Bersama 25 Ribu Pecalang di Renon

Program ini menggunakan anggaran Rp 3,9 Miliar. “Sekarang kita sedang persiapan tander, jadi paling cepat ini Juni mendatang baru bisa berjalan,“ katanya.

Untuk angkutan gratis ini sudah disiapkan sebanyak 150 kendaraan, berupa angdes dan AKDP (Angkutan Kota Dalam Provinsi). Sementara untuk pola pengoprasian ini setiap kendaraan bertanggung jawab melintasi sejumlah sekolah.

“Paling penting mereka bertanggung jawab di jam masuk dan pulang sekolah, di luar itu mereka diperbolehkan mencari kerja mengakut penumpang lain, “ katanya.

Baca juga:  Kasus Temuan Bayi di Celukan Bawang, Pembuangnya Berstatus Pelajar Diberi Pendampingan Psikis

Wakil Bupati Gianyar, Agus Mahayastra yang hadir pada sosialisasi mengakui program ini mengadopsi kebijakan Pemerintah Kabupaten Tabanan, yang menggunakan sistem sewa layanan, sehingga dengan meniru program itu diharapkan sopir akan lebih sejahtera. “Saya kordinasi dengan Bu Eka (Bupati Tabanan-red) saya lihat programnya bagus, dan pak bupati juga melihat bagus, kalau kemarin kita siapkan tujuh bus ternyata itu belum maksimal,“ katanya.

Baca juga:  Bali Dibuka untuk Pariwisata Internasional, Luhut Ungkap Lima Besar Asal Wisman

Nantinya setiap angdes diperkirakan dalam sekali jalan angdes akan menempuh 6 km. Sehingga dipastikan kendaraan ini bisa mencangkup ke plosok Kabupaten Gianyar. (manik astajaya/balipost)

BAGIKAN