Atap ruang kelas di SDN 3 Kukuh, Marga, jebol karena diguyur hujan, Rabu (26/10) dini hari. (BP/bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Atap ruang kelas sekolah SDN 3 Kukuh, Marga roboh pada Rabu (26/10). Jebolnya atap ruang kelas yang semestinya digunakan untuk proses pembelajaran kelas III ini terjadi pagi dini hari.

Pada Selasa (25/10) malam hujan lebat mengguyur kawasan itu sehingga atap yang sebelumnya sudah dalam kondisi rusak tak bisa menahan derasnya air hujan. Dari pantauan di lapangan, ruang kelas yang ambruk ini memang sudah lama rusak.

Bangunan sekolah yang berdiri sejak 1978 ini sudah pernah dilakukan rehab, hanya skala ringan. Pihak sekolah telah mengajukan permohonan untuk bisa mendapatkan bantuan rehab ruang kelas sekolah dari DAK.

Baca juga:  Diawasi Ombudsman, Seleksi JPT Pratama Tabanan Masuk Tahap Wawancara

Kepala SDN 3 Kukuh, Ni Nyoman Sudiratnadi, mengatakan tiga ruang kelas dalam satu bangunan yang diperuntukkan untuk kelas 1, kelas 2 dan kelas 3 ini memang sudah enam bulan lalu dikosongkan. Hal ini lantaran kondisi atap di ruang kelas 3 dalam kondisi rusak dan miring, sehingga dikhawatirkan membahayakan bagi siswa.

“Sudah enam bulan, siswa kelas 3 belajar di ruang perpustakaan, sedangkan untuk kelas 2 kami terapkan shift siang gantian dengan kelas 1. Karena dari tiga ruang kelas ini, hanya ruang kelas 1 yang tadi dicek masih bisa digunakan, sedangkan ruang kelas 2 yang posisinya dekat dengan ruang yang ini sangat riskan roboh juga,” terangnya.

Baca juga:  Lakalantas Maut, Perempuan Pemotor Tewas Tertabrak Bus di Jalur Nasional Selemadeg

Terkait dengan kejadian ambruknya atap ruang kelas 3, Sudiratnadi mengatakan dirinya mendapatkan informasi dari Endang Liswanti yang juga seorang guru setempat. Endang tinggal tepat di sebelah gedung bangunan sekolah.

Endang mengaku mendengar suara ‘brug’ di sebelah rumahnya. Awalnya ia tak menyangka jika suara tersebut berasal dari salah satu ruang kelas di sekolah tempat ia mengajar.

Ia pun mencoba mengecek lokasi suara dan melihat atap ruang kelas 3 ambruk. “Sekitar jam 03.30 WITA, saat itu dengar suara brug, setelah dicek ternyata atapnya sudah ambruk,” jelasnya. (Puspawati/balipost)

Baca juga:  Diduga Dianiaya Senior hingga Tewas, Orangtua Taruna STIP Asal Klungkung Minta Pelakunya Diproses Hukum
BAGIKAN