Tahap presentasi makalah dan wawancara seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Tabanan. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan memasuki tahapan presentasi makalah dan wawancara, Selasa (7/4). Tahapan ini menjadi penentu setelah sebelumnya para peserta mengikuti tahapan penulisan makalah pada Senin (6/4).

Pelaksanaan wawancara yang digelar di Graha Yadnya Jayaning Singasana, Desa Adat Kota Tabanan, juga diawasi langsung oleh Kepala Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Bali, Ni Nyoman Sri Widhiyanti. Dimana untuk tahapan wawancara sekaligus presentasi makalah dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Selasa (7/4) dan Kamis (9/4) dengan masing-masing diikuti 10 peserta.

Ketua Panitia Seleksi, I Gede Susila, yang juga menjabat Sekda Tabanan, mengatakan tahapan ini merupakan pendalaman terhadap makalah yang telah disusun peserta. “Hari ini dilakukan penilaian makalah sekaligus wawancara untuk penajaman substansi yang disusun peserta,” ujarnya.

Baca juga:  Pecah Kepadatan Wisatawan, Festival Penglipuran Difokuskan di Tugu Pahlawan

Setiap peserta diberikan waktu 30 menit, dengan rincian 10 menit pemaparan dan 10 menit pendalaman materi oleh tim penguji. Tim pansel sendiri terdiri dari unsur pemerintah dan akademisi, yakni Sekda Tabanan selaku ketua, perwakilan BKPSDM Provinsi Bali, dua akademisi Universitas Udayana, serta Kepala BRIDA Tabanan.

Menurutnya, seluruh nilai peserta nantinya akan diakumulasi dari berbagai tahapan, mulai dari kompetensi, hasil asesmen, makalah, hingga wawancara. “Masing-masing pansel memiliki penilaian yang kemudian diakumulasi menjadi nilai akhir,” jelasnya.

Baca juga:  Ombudsman Soroti Kekurangan Fasilitas UNBK SMA/SMK 2019

Terkait pengumuman hasil seleksi, sesuai jadwal direncanakan pada 9 April. Namun, hal tersebut masih menunggu hasil asesmen dari provinsi. “Jika penilaian asesmen mundur, maka pengumuman juga akan menyesuaikan,” imbuhnya.

Menariknya, seleksi terbuka ini juga diikuti peserta dari luar daerah, salah satunya pejabat dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Wendhy Wijayanto. Ia mengaku telah tiga kali mengikuti seleksi terbuka sejak November 2024, termasuk di TVRI dan BNPB.

Wendhy mengungkapkan keikutsertaannya di Tabanan dengan mencoba keberuntungan untuk posisi Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja ini didorong keinginan membuka peluang karier di daerah. Dengan pangkat IV/b dan pengalaman 18 tahun di pusat, ia tertarik mencari tantangan baru di daerah.

Baca juga:  Ombudsman Ingatkan Potensi Keluhan SPMB SMP Jalur Domisili

“Tidak harus selalu di pusat, daerah juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan, mungkin juga karena capek dengan kemacetan di Jakarta,”ujarnya.

Ia menilai Tabanan memiliki potensi yang cukup banyak baik itu di sektor pertanian, UMKM, dan pariwisata berbasis alam. Dalam makalahnya, ia mengusulkan integrasi program pusat dengan penguatan koperasi desa agar lebih aktif dan mampu bersinergi dengan potensi lokal.

“Dari data yang saya himpun, Koperasi di Tabanan jumlahnya cukup banyak, tetapi belum optimal. Perlu inovasi agar bisa hidup dan mendukung ekonomi masyarakat,” pungkasnya.(Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN