Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Provinsi Bali menggelar seminar online di Kantor Disdikpora Bali, Senin (18/5). (BP/rin)

DENPASAR, BALIPOST.com – Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Provinsi Bali menggelar seminar online di Kantor Disdikpora Bali, Senin (18/5). Acara ini merupakan rangkaian HUT Ke-70 IGTKI-PGRI yang jatuh 22 Mei mendatang.

Seminar online pertama dari total 7 seminar yang akan digelar ini dibuka oleh Bunda PAUD Provinsi Bali Ny. Ni Putu Putri Suastini Koster. Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa dan Ketua PGRI Bali Komang Artha Saputra. “Karena ada pandemi COVID-19, kita mengadakan seminar online,” ujar Ketua IGTKI Provinsi Bali, Dra. Tjok Istri Mas Minggu Wathini.

Lebih lanjut dikatakan, seminar online pertama ini menghadirkan narasumber Direktur PAUD Kemendikbud RI, Dr. Muhammad Hasbi yang membawakan materi tentang pemanfaatan TIK dalam pembelajaran PAUD. Seminar online yang dibuka untuk 1.000 orang guru ini juga terselenggara berkat kerjasama dengan IGTIK-PGRI.

Selanjutnya, seminar masih akan digelar pada tanggal 19, 20, 23, 28, 29, dan 30 Mei 2020. Puncak HUT IGTKI-PGRI juga akan digelar secara online dari pusat. “Tujuan kita agar guru TK bukan hanya memakai handphone untuk selfie, membuka FB atau instagram. Tapi inilah dipakai sebagai media pembelajaran,” jelasnya.

Tjok Istri Mas Minggu Wathini menambahkan, pandemi COVID-19 telah membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat. Termasuk bagi guru-guru TK yang kini dituntut memanfaatkan TIK sebagai media pembelajaran. Ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah agar masyarakat bekerja dan belajar di rumah.

Bunda PAUD Provinsi Bali, Ny. Ni Putu Putri Suastini Koster mengatakan, bekerja dan belajar dari rumah merupakan salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Oleh karena itu, teknologi mesti dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar termasuk di tingkat PAUD. Apalagi di era 4.0, melek teknologi telah menjadi sebuah keharusan.

“Pandemi mengajarkan kita untuk mencari cara lain. Belajar tetap berjalan, tetapi mematuhi aturan pemerintah juga tetap kita lakukan dari rumah,” ujarnya.

Dengan demikian, lanjut Putri Suastini, teknologi tidak hanya dipakai untuk sekedar bermain game atau ber-medsos ria. Namun, bisa juga untuk kepentingan mencerdaskan anak bangsa. Terlebih, anak-anak sekarang memang lahir di jaman teknologi yang canggih sehingga mereka akan lebih cepat memahami.

“Bahkan anak-anak kita lebih pintar. Jadi, ayo kita kedepannya belajar dari hikmah pandemi ini. Kita manfaatkan teknologi ini mulai dari mendidik anak-anak di usia emas sampai kita manfaatkan sebanyak-banyaknya untuk kebaikan dan kemajuan hidup kita,” jelas Ketua TP PKK Provinsi Bali ini.

Terkait HUT ke-70 IGTKI-PGRI, Putri Suastini berpesan agar guru-guru TK dan PAUD lebih mengisi diri untuk menghadapi tantangan kedepan. Ini lantaran guru TK dan PAUD merupakan peletak dasar pertama lahirnya para pemimpin di masa depan. Dari para guru sebagai sosok yang digugu dan ditiru akan lahir anak-anak yang berkarakter, cerdas, serta memiliki loyalitas terhadap bangsa dan negara. “Anak-anak, pemimpin kita di masa depan tergantung bagaimana bapak, ibu guru meletakkan dasar-dasar ilmu pengetahuan, mengasah budi pekerti dan karakternya,” terangnya. (Adv/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.