Petugas ber-APD mengevakuasi warga yang meninggal. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Seorang wanita kerja sebagai satpam, Diana (38) ditemukan meninggal di kamar kosnya, Jalan Tunggak Bingin, Denpasar Selatan (Densel), Sabtu (16/5). Sebelum meninggal, korban mengeluh sakit tenggorokan dan tidak mau ditemui tetangga kosnya.

Jasad korban dievakuasi petugas mengenakan APD.
Informasi diperoleh, Minggu (17/5), sejumlah saksi diperiksa terkait kejadian ini. Seperti keterangan tetangga kos korban, Sopia (35) asal Madiun, Jawa Timur, pada Jumat (15/5) pagi, dia ingin mengecek korban di kamarnya.

Pasalnya sebelumnya korban mengeluh sakit radang tengorokan sejak enam hari laku. Anehnya saat itu korban tidak mau membukakan pintu kamar dan dari dalam kamar meminta tolong dibelikan air mineral.

Korban menyuruh Sopia menaruh air mineral itu di depan pintu kamarnya. “Saksi (Sopia-red) membelikan air mineral lalu menaruhnya di depan pintu kamar korban. Setelah itu saksi tidak sempat bertemu korban,” kata sumber.

Keesokan harinya pukul 09.00 Wita, datang paket barang untuk korban dan diterima oleh Rani. Beberapa jam kemudian, Rani mengantar paketan tersebut ke kamar korban.

Baca juga:  Pascadievakuasi, Jasad Pelajar Terseret Arus Dikubur

Kamar korban masih tertutup dan sempat digedor-gedor tapi tidak ada jawaban. Rani lalu mengantung barang itu di gagang pintu kamar korban.

Ternyata air mineral yang dibelikan Sopia belum diambil korban. Pukul 14.30 Wita, Sopia dan Rani kembali mengecek korban.

Tetap tidak ada respon dari korban meskipun pintu kamarnya digedor. “Seorang penghuni kos mengecek kondisi korban melalui ventilasi pintu dan dilihat korban dalam keadaan terlentang di lantai kamar dengan kondisi telanjang bulat,” ungkapnya.

Penghuni kos langsung mendobrak pintu kamar korban. Korban ditemukan meninggal dunia dan kejadian ini dilaporkan ke Polsek Densel.

Kapolsek Densel Kompol Nyoman Wirajaya, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. “Penanganan jasad korban oleh petugas BPBD Kota Denpasar sesuai dengan standar penanganan COVID – 19,” tegasnya. (Kerta Negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.