Gubernur Bali, Wayan Koster mengunjungi Abuan, Susut, Bangli pada Senin (4/5). (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengunjungi Desa Abuan, Kecamatan Susut pada Senin (4/5) pagi. Maksud kedatangan Koster yang merupakan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 ke Abuan adalah untuk memberikan dukungan sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga desa yang kini menjalani karantina selama 14 hari.

Dalam kesempatan itu, ia meminta seluruh masyarakat di Desa Abuan, Kecamatan Susut agar menjalani masa karantina dengan tertib dan disiplin. Kasus positif COVID-19 yang banyak terjadi di Desa Abuan harus dijadikan pelajaran bagi seluruh masyarakat terutama tenaga kerja (naker) migran.

“Saya minta ke Bupati beserta jajaran, bapak Dandim dan Kapolres, supaya isolasi di Desa Abuan selama dua minggu ini tetap dijalankan. Supaya masyarakat di sini tertib dan disiplin,” kata Gubernur Wayan Koster saat mengunjungi Desa Abuan, Susut, Senin (4/5).

Menurutnya, kasus positif COVID-19 yang banyak terjadi di Desa Abuan disebabkan karena adanya PMI yang tidak disiplin dan tertib dalam mematuhi arahan pemerintah. Sehingga menularkan virus ke keluarganya dan warga sekitar. “Ini harus menjadi pembelajaran bagi semua PMI dan ABK yang ada di sini dan di seluruh Bali agar tertib dan disiplin. Jangan sombong mentang-mentang bawa uang dari luar,” kata Koster.

Baca juga:  Gubernur Bali Bertemu Konsul, Berikan Kepastian Bali Masih Aman

Disampaikannya bahwa saat ini pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten kota, bersama kepolisian dan TNI tengah bekerja keras menanggulangi COVID-19. Jadi kalau masyarakat tidak tertib dan disiplin mematuhi arahan pemerintah maka upaya yang dilakukan pemerintah tidak akan membuahkan hasil optimal.

Ia menekankan bahwa pemerintah bertugas membuatkan kebijakan, sementara masyarakat tugas dan kewajibannya adalah dan mematuhi kebijakan dengan baik tertib dan disiplin. “Supaya semua yang telah dilakukan ini membuahkan hasil yang baik dan cepat. Sekali lagi saya ajak masyarakat agar tertib dan disiplin. Jangan melanggar,” tegasnya.

Saat ini penanggulangan COVID-19 yang dilakukan di Bali telah menunjukan hasil yang baik. Angka kesembuhan mencapai 57,6 persen. Tertinggi di Indonesia.

Rata-rata pasien sembuh dalam 13 hari perawatan. “Kita akan perkuat terus penanganan Covid-19 ini. Sehingga penambahan positif makin kecil, yang sembuh makin banyak dan kita harapkan tidak ada penambahan pasien yang meninggal,” ujar Koster. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.