Personil Satlantas Polres Bangli saat melaksanakan operasi ketupat. (BP/Ist)

BANGLI, BALIPOST.com –  Meski telah dilarang, masih saja ada warga yang mencoba menerobos mudik ke kampung halamannya. Seperti Minggu (26/4), sebanyak 15 kendaraan roda empat yang mengangkut pemudik terpaksa diminta berbalik arah dan kembali ke kediamannya di Bangli saat melintas di Jalan Ir. Soekarno, perbatasan Bangli-Gianyar.

Kasatlantas Polres Bangli AKP I Nengah Sona mngatakan para pemudik tersebut diantaranya berasal dari Kecamatan Kintamani dan Bangli. Mereka hendak mudik ke Jember dan Banyuwangi. Mereka beralasan nekat pergi mudik karena sudah tak punya penghasilan dan pekerjaan lagi akibat pandemi corona.

“Mereka memilih mau pulang kampung untuk kembali bertani. Meskipun demikian tetap kami larang, dan mereka kami perintahkan untuk putar balik ke tempat tinggalnya di Bangli demi kebaikan bersama,”kata Sona.

Baca juga:  Dibanding Sebelum Larangan Mudik, Lalulintas Warga ke Luar Bali Jauh Menurun

Sementara ini pihaknya mengaku belum memberikan tindakan hukum terhadap pemudik bandel. Hanya baru sebatas memberikan teguran. Teguran juga diberikan kepada pengendara lain yang tak mengenakan masker.

Sona mengatakan ada sekitar seratus lebih pengguna jalan yang kedapatan tidak mengenakan masker. Mereka kemudian diberhentikan oleh petugas dan diberi masker. “Sebanyak 100 lebih masker kami sudah bagikan dalam operasi ketupat selama tiga hari ini,”sebutnya.

Kata dia, dalam kegiatan operasi ketupat kali ini, pihaknya lebih mengedepankan penanggulangan dan pencegahan penularan virus corona dengan memberikan imbuan penggunaan masker dan menjaga jarak. Pihaknya berharap operasis ketupat yang dilaksanakan kali ini dapat memutus mata rantai penularan virus Corona. (Dayu Rina/Balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.