Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar, Ny. Surya Adnyani Mahayastra menyerahkan bantuan sembako kepada industri kecil menengah (IKM) di Kabupaten Gianyar yang terdampak COVID-19. (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar, Ny. Surya Adnyani Mahayastra menyerahkan bantuan sembako kepada industri kecil menengah (IKM) di Kabupaten Gianyar yang terdampak COVID-19. Bantuan yang diperuntukkan pada 18 IKM di kabupaten Gianyar, merupakan wujud kepedulian Dekranasda Gianyar pada pelaku IKM, untuk membantu meringankan beban mereka.

“Musibah ini harus kita hadapi bersama, sebagai Ketua Dekranasda saya merasa ikut prihatin, tapi saya harap kita harus bisa menjaga kekompakan. Bagaimana kita tidak saling menyalahkan, musibah ini harus kita hadapi bersama agar cepat berlalu,” kata Ny. Adnyani Mahayastra seusai menyerahkan bantuan kepada pelaku IKM di Pendopo Sekretariat Kantor TP.PKK Gianyar, Rabu (22/4).

Dirinya juga menyadari, dengan adanya pandemik ini para pelaku IKM di Gianyar banyak yang terpuruk tidak bisa beroperasi lagi. Banyak karyawan yang dirumahkan karena orderan sudah tidak ada.

Hal ini tentu saja berdampak pada pada masalah sosial ekonomi mereka. Untuk itu Ny. Adnyani Mahayastra berharap, bantuan paket sembako yang diberikan ini, meskipun tidak banyak. Namun sedikit tidaknya dapat meringankan beban hidup mereka sehari-hari.

Baca juga:  Bangkitkan Kain Endek, Wabup Agung Mayun Buka Lomba Busana Adat Ke Kantor

Ditambahkan juga, beberapa hari yang lalu dirinya selaku ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar bersama Ketua Bhayangkari cabang Gianyar Ny. Ayu Adnyana juga telah menyalurkan bantuan dari Dekranas Pusat pada 2 IKM terdampak di Gianyar.

Sementara itu salah satu pelaku IKM yang menerima bantuan Gusti Putu Sriati asal Desa Bona mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang diberikan pada dirinya dan pelaku IKM lainnya. Sebagai perajin sandal untuk hotel, dirinya mengaku seratus persen terdampak pandemi COVID-19.

“Agar bisa bertahan, saya sejak awal maret lalu bekerja menjadi buruh bangunan, mau bagaimana lagi, ini jalan satu-satunya untuk bertahan hidup,” tuturnya sedih. (Adv/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.