NEGARA, BALIPOST.com – Sejumlah Subak di Kabupaten Jembrana dalam beberapa bulan ke depan sudah mulai panen di awal tahun. Pada April ini sudah ada beberapa Subak yang mulai panen seperti di Tibubeleng dan Yehembang, Kecamatan Mendoyo dan beberapa Subak di Melaya.

Antisipasi panen raya (panen bersamaan), Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana selain menekankan kepada KUD yang mewilayahi subak menampung hasil panen dengan harga standar, juga imbauan terkait teknis panen raya. Teknis itu salah satunya membatasi tenaga panen raya yang biasanya didatangkan dari luar Bali untuk antisipasi penyeberan COVID-19 ini. “Dari hasil rapat lalu, instruksi dari pimpinan daerah, agar subak yang memungkinkan menggunakan mesin panen padi dengan jadwal diatur. Dan bila harus menggunakan tenaga agar diutamakan sekaa lokal Jembrana,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, I Wayan Sutama, Jumat (10/4).

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19. Menurutnya di masing-masing kecamatan saat ini sudah tersedia alat mesin pertanian (alsintan).

Salah satunya mesin untuk panen padi (combine harvester). Pada intinya memberdayakan sarana dan prasana baik sekaa manyi yang sudah ada sekarang ini ditambah dengan alsintan yang tersedia.

Baca juga:  Antisipasi Krisis Pangan, Badung Lakukan Ini

Sehingga menekan buruh panen yang biasanya didatangkan dari luar Bali. Di samping memberikan lapangan pekerjaan bagi warga lokal.

Dari pengamatan petugas pertanian di masing-masing Kecamatan, harga jual gabah di April ini masih tinggi yakni berkisar Rp 5.000 per kilogram. Dan diharapkan masih bertahan hingga saat panen raya yang diperkirakan pada Mei-Juni nanti.

Dana talangan yang digelontorkan Pemkab Jembrana menjadi salah satu solusi untuk melindungi harga jual gabah petani melalui KUD-KUD di Jembrana. Khususnya di saat panen raya. “Kami harapkan KUD-KUD di masing-masing wilayah Subak bisa menampung dan wajib menampung. Apalagi dengan kondisi seperti ini untuk melindungi petani,” tandasnya.

Dari perkiraan Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, pada April ini ada sekitar 1.700 sampai 2.000 hektare sawah yang akan panen. Selanjutnya disusul pada bulan berikutnya antara 3.000 hektare sawah yang panen.

Jika diperkirakan hasil dari panen padi, dapat memenuhi kebutuhan pangan di daerah untuk dua tiga bulan mendatang. (Surya Dharma/balipost)