Ilustrasi Pertamina. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pemberlakuan social distancing sudah berjalan 3 minggu. Seiring pembatasan aktivitas sosial dengan belajar di rumah, bekerja di rumah, dan beribadah di rumah, terjadi penurunan konsumsi BBM.

Berdasarkan data penyaluran 27 Maret hingga 3 April, konsumsi Gasoline (Premium, Perta-Series) di Bali turun 40 persen menjadi rata-rata 1.630 kilo liter per hari, dari kondisi normal yang mencapai 2.730 kilo liter per hari. Sedangkan konsumsi Gasoil (BioSolar, Dex-Series) pada periode yang sama, turun 25 persen dari kondisi normal 560 kilo liter per hari menjadi 420 kilo liter per hari.

Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V, Rustam Aji menyampaikan, menjelang tiga minggu masa pembatasan aktivitas di luar rumah, kebutuhan BBM masih terjamin.

Ia mengatakan kegiatan operasional penyaluran BBM dan LPG dipastikan berjalan baik dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan COVID-19. Saat ini, pasokan BBM yang ada di Fuel Terminal di wilayah Bali dalam jumlah yang aman.

Baca juga:  Diduga Tabung Elpiji Meledak, Rumah di Rangdu Terbakar

Seperti diketahui, di Bali terdapat 2 Fuel Terminal, yaitu di Sanggaran dan Manggis (Karangasem). “Walaupun konsumsi BBM terus turun, kami tetap memonitor pasokan dan penyaluran ke masyarakat,” jelas Rustam.

Di sisi lain, di Bali terjadi peningkatan konsumsi LPG sektor rumah tangga, baik LPG subsidi kemasan 3 kg, maupun LPG Non-Subsidi seperti produk Bright Gas kemasan 12 kg dan 5,5 kg. Pada periode 27 Maret hingga 3 April, tercatat ada kenaikan LPG sektor rumah tangga sebesar 8 persen dari rata-rata 680 metrik ton (MT) per hari pada kondisi normal, menjadi 740 MT per hari.

“Pantauan kami, penurunan konsumsi BBM dan kenaikan konsumsi LPG sektor rumah tangga ini sejalan dengan anjuran yang disampaikan Pemerintah agar masyarakat membatasi mobilisasi di luar rumah sebagai upaya pencegahan penularan virus COVID-19,” jelas Rustam. (Citta Maya/balipost)