MANGUPURA, BALIPOST.com – Gempabumi kembali mengguncang Kuta Selatan. Meski kekuatannya di bawah 5 SR, gempa yang terjadi sekitar pukul 11.34 WITA pada Kamis (2/4) ini perlu diwaspadai.

Sebelumnya, wilayah Kutsel sudah beberapa kali diguncang gempa pada Maret lalu. Per 23 Maret 2020, BMKG melaporkan telah ada 37 kali gempa susulan sejak Kamis, 19 Maret 2020.

Untuk yang kali ini, dikatakan BMKG, berbeda dengan yang terjadi pada 19 dan 22 Maret. Hasil analisa BMKG menujukkan bahwa gempabumi ini berkekuatan 4,3 SR. Episenter terletak pada koordinat 9,42 LS dan 114,69 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 91 km Barat Daya Kuta Selatan, Bali pada kedalaman 17 km.

Baca juga:  Pascagempa di Banten, Operasional Bandara Soetta Normal

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktifitas sesar di dasar laut,” kata Kepala Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar, Drs.M. Taufik Gunawan, Dipl SEIS.

Ia mengatakan dampak gempabumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Kuta II MMI (Getaran dirasakan beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami. “Hingga pukul 11.50 WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas Gempabumi susulan,” ujarnya. (Winatha/balipost)

BAGIKAN