DM Buleleng menyemprotkan disinfektan di griya dan pura di Buleleng. (BP/ist)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Mencegah penyebaran virus Corona, Jagabaya Dulang Mangap (JDM) Kabupaten Buleleng melakukan penyemprotan disinfektan ke griya-griya para sulinggih, mpu dan pura. Kegiatan ini sebagai wujud kepedulian kepada umat di tengah meluasnya wabah Covid-19 di Bali, khususnya Buleleng.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut melibatkan 30 orang yang dibagi dalam 5 tim. Setiap tim membawa 2 unit alat spraying. Pembagian tim dilakukan agar mempercepat pelaksanaan dan memperluas jangkauan. “Disasarnya griya dan pura karena kedua tempat tersebut berpotensi menjadi tempat berkumpulnya umat dalam melaksanakan ritual keagamaan,” ujar Ketua JDM Buleleng Putu Pasek Agung Dibia Atmaja, S.E., Selasa (31/3).

Dikatakannya, griya menjadi salah satu tempat berkumpulnya umat, mulai dari para serati (tukang banten) dan umat yang melaksanakan upacaranya di griya. “Upaya ini juga sebagai wujud bhakti kepada para sulinggih dan umat sebagai bentuk pelayanan yang tulus ikhlas dari segenap anggota Jagabaya Dulang Mangap Kabupaten Buleleng,” ungkap pria yang akrab disapa Gung Paul ini.

Hal ini sesuai slogan Jaga Baya Dulang Mangap yang selalu menjadi semangat mempersatukan umat yaitu Satya Ring Sesana lan Wirang Ring Semeton. Jaga Baya Dulang Mangap juga melakukan sosialisasi cara-cara pencegahan meluasnya Covid-19, antara lain mengimbau agar selalu menjaga jarak dalam berkegiatan, menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan sesering mungkin mencuci tangan sebelum menyentuh mata, hidung mulut dan makanan.

Baca juga:  Tunda Pembangunan Bandara Buleleng, Ini Alasan Pemerintah Pusat

Pihaknya juga menyerukan agar umat yang tidak bisa menunda kegiatan upacara agamanya, baik di griya maupun di pura agar membatasi orang yang terlibat dalam upacara serta selalu menjaga jarak serta memperhatikan sanitasi kebersihan diri dan lingkungan. “Hal ini perlu menjadi perhatian kita semua, agar di griya dan pura serta sulinggih dan orang-orang yang terlibat dalam kegiatan upacara bisa terhindar dari penyebaran wabah virus Corona,” jelas alumni Smansa 92 ini.

Sebanyak 13 griya disemprot disinfektan, yaitu 4 griya di Kecamatan Gerokgak, 1 griya di Kecamatan Banjar, 3 griya di Kecamatan Seririt, 2 griya di Kecamatan Busungbiu dan 1 griya di Kecamatan Sawan, serta 5 griya di Kecamatan Sukasada. Sementara pura yang disasar adalah Pura Asem Kembar di Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng. (Winatha/balipost)

BAGIKAN