Prosesi pemakaman ibunda Presiden Joko Widodo, Kamis (26/3). (BP/Antara)

SURAKARTA, BALIPOST.com – Jenazah ibunda Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelum dimakamkan di pemakaman keluarga disholatkan di Masjid Baturrachman atau sekitar 100 meter dari rumah duka Jalan Pleret Raya 9A Sumber Banyuanyar Banjarsari Solo, Kamis (26/3). Dikutip dari Antara, Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama keluarga, diikuti iringan pasukan pembawa jenazah berjalan menuju Masjid Baturrachman di kampung setempat sekitar pukul 12.00 WIB.

Para pengiring jenazah almarhumah Sudjiatmi termasuk Presiden Jokowi terlihat mengenakan masker, karena kondisi Solo statusnya kejadian luar biasa (KLB) wabah COVID-19.

Jenazah almarhumah Sudjiatmi Notomiharjo setelah menjalani prosesi shalat jenazah sekitar 15 menit kemudian kembali dibawa ke depan rumah duka. Sudah siap sebuah mobil jenazah untuk membawa ke tempat pemakaman.

Jenazah almarhumah Sudjiatmi Notomiharjo diberangkatkan dari rumah duka di Jalan Pleret Raya Banyuanyar Solo menuju ke tempat pemakaman Keluarga Mundu, Selokaton, Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, sekitar pukul 12.30 WIB.

Baca juga:  Gantikan Asman, Komjen Syafruddin Ingatkan Netralitas ASN

Menurut KH Abdul Karim (Gus Karim) pengasuh Ponpes Al Quraniy Azzayadiy Solo prosesi pemakaman almarhumah Ibunda Presiden Jokowi, Sudjiatmi Notomihardjo, menurut adat jawa termasuk upacara “brobosan”.

Presiden langsung meninggalkan pemakaman keluarga di Mundu, Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, usai prosesi pemakaman ibundanya Sudjiatmi Notomihardjo. Pemakaman yang dimulai pukul 13 .00 WIB tersebut berlangsung khidmat sekitar 50 menit.

Jenazah almarhumah usai diturunkan dari mobil ambulans langsung dimakamkan di sebelah makam suaminya Widjiatno Notomihardjo. Tidak ada pesan maupun sambutan yang disampaikan keluarga pada prosesi pemakaman tersebut.

Presiden beserta keluarga langsung meninggalkan lokasi pemakaman untuk kembali ke kediamannya di Banyuanyar, Kota Solo. Presiden yang sempat melambaikan tangan kepada jurnalis saat masuk ke dalam mobil tidak menyampaikan pernyataan apapun.

Sudjiatmi meninggal dunia pada usia 77 tahun karena penyakit kanker. (kmb/balipost)