Petugas pemakaman di Madrid, Spanyol memasukkan peti mati pasien COVID-19 ke dalam mobil jenazah pada Selasa (24/3). (BP/AFP)

MADRID, BALIPOST.com – Penyebaran virus corona (COVID-19) di Spanyol memasuki babak baru. Pada Rabu (25/3) waktu setempat, Spanyol melaporkan ada penambahan kasus kematian sebanyak 738 jiwa.

Secara total, dikutip dari AFP, jumlah kematian di Spanyol mencapai 3.434 kasus. Spanyol kini mengambil alih posisi kedua dari Tiongkok yang mencatatkan 3.282 kematian saat virus tersebut mewabah.

Secara global, Italia masih memegang posisi pertama dalam total kasus kematian akibat COVID-19, yakni 7.503 kematian.

Pengumuman adanya ratusan kematian baru ini bersamaan dengan adanya penandatanganan kerjasama antara Spanyol dengan Tiongkok sebesar ratusan juta Euro untuk menyuplai peralatan yang diperlukan.

Spanyol melaporkan ratusan kematian ini pascapenguncian yang sudah berjalan selama 11 hari. Kementerian Kesehatan Spanyol mengungkapkan virus tersebut sudah menginfeksi 47.610 orang.

Baca juga:  Momentum Melakukan Filterisasi saat Wabah COVID-19

Wakil Perdana Menteri Spanyol, Carmen Calvo sudah berada di RS sejak Senin dan dinyatakan positif COVID-19. Terdapat dua lagi menteri dalam pemerintahan Perdana Menteri, Pedro Sanchez yang dinyatakan terinfeksi.

Guna mengatasi hampir runtuhnya sistem kesehatan di Spanyol, Menteri Kesehatan, Salvador Illa, mengatakan pemerintah sudah menjalin kerjasama dengan Tiongkok. Kedua negara menyepakati pembelian peralatan medis senilai 432 juta Euro (setara dengan 467 juta dolar AS).

Pembelian itu meliputi 550 juta masker, 5,5 juta alat tes cepat, 950 alat pernafasan, dan 11 juta pasang sarung tangan. Suplai ini akan dikirimkan setiap minggu, dengan kedatangan pertama di akhir minggu ini. (Diah Dewi/balipost)