Seorang warga India menggunakan masker di tengah mewabahnya COVID-19 yang sudah menyebabkan 60 orang di India terjangkit. (BP/AFP)

JENEWA, BALIPOST.com – Pandemi COVID-19 berdasarkan update dari World Health Organization (WHO) sudah menyerang 187 negara. Jika dilihat dari jumlah negara yang diakui PBB, yakni 193 negara, berarti tinggal 6 negara yang belum terjangkit virus dengan nama resmi Novel Coronavirus 2019.

Dari data WHO per Senin (23/3), kasus yang terkonfirmasi di seluruh dunia mencapai 294.110 kasus. Kematian terkonfirmasi mencapai 12.944 kasus. Sementara itu, negara yang terjangkit mencapai 187 negara.

Dalam briefingnya pada Jumat (20/3), Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom mengatakan setiap hari, ada sesuatu yang baru dipelajari dari virus dan penyakit ini. Salah satunya, meskipun para lanjut usia yang paling rentan terjangkit penyakit ini dan risikonya besar, usia muda juga tidak luput dari virus ini.

Baca juga:  Dua Pasien Positif COVID-19 Merupakan Warga Bali, Satunya Punya Riwayat ke Italia

Data dari sejumlah negara menunjukkan bahwa usia di bawah 50 tahun memegang porsi signifikan sebagai pasien COVID-19 yang menghuni rumah sakit. “Seperti yang saya terus katakan, solidaritas merupakan kunci untuk mengalahkan virus ini, solidaritas antarnegara, tapi juga antarkelompok usia,” ujarnya.

Di Indonesia sendiri, hingga Minggu (22/3) pukul 12.00 WIB, jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 514 pasien. Diungkapkan Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, hingga pukul 12.00 WIB, terjadi penambahan 64 kasus positif COVID-19.

Kasus yang sudah sembuh bertambah 9 orang sehingga total jadi 29 orang. Sementara kasus meninggal ada tambahan 10 orang, menjadi 48 orang. (Diah Dewi/balipost)