DENPASAR, BALIPOST.com – Andre bersama timnya, Gamang, sukses menjadi yang terbaik dalam turnamen e-sport. Dalam kegiatan yang digelar LAzone Bali bertema Kill the LAst Competition Mobile Legends ini, Andre bersama timnya berhasil mengalahkan tim lainnya.

“Bangga tentu saja. Karena menjadi juara butuh perjuangan dan ini salah satu even besar yang pernah kami ikuti di Bali,” tutur Andre.

Selain Andre, tim Gamang beranggotakan Dondo, Ngurah Arya, Rio Mahendra dan Albert. Turnamen Kill the LAst Competition Mobile Legends diikuti ratusan gamers Bali digelar di sebuah warung di Jalan Teuku Umar Barat, Denpasar.

Para juara dari turnamen LAzone Bali ini mendapatkan hadiah jutaan rupiah dan kesempatan untuk bertanding di even yang lebih besar. Eric Hendrawan Perwakilan Bali Mobile LAgend Community selaku penyelenggara mengatakan juara turnamen ini rata-rata adalah anak muda.

Selain tim Gamang sebagai juara satu, juara dua adalah tim Black Ghose dengan pemain Sueta, Dek Udi, Firgiawan, Kuci, Ogik dan Rendry. Sementara juara tiga adalah tim Killer yang anggotanya adalah Karin, Sadikin, Oppaxbryan, Zurg, Lightning x Thunder, Killer Machine.

“Juara satu, dua, dan tiga dari kategori tim dan perseorangan akan kami bina lagi secara berkelanjutan. Kami juga akan support mereka untuk bisa bertanding di even yang lebih besar,” kata Eric, Rabu (12/3).

Baca juga:  Atlet E-sport Bali Mulai Diperhitungkan

Tim Gamang yang tampil sebagai jawara di even Kill the LAst Competition Mobile Legends ini telah banyak mengikuti berbagai kejuaraan e-sport. “Menang kalah itu biasa. Sebagai anak muda harus berani bermimpi dan berjuang untuk bisa berprestasi yang terbaik,” ujar Andre.

Hasilnya pun terbukti. Perlahan tapi pasti Andre bersama timnya mampu menapak tangga prestasi yang semakin tinggi. “Dalam setiap kejuaraan kami makin terdorong untuk terus berprestasi,” katanya.

Sebelum juara di Kill the LAst Competition Mobile Legends, tim Gamang masuk empat besar sebuah turnamen nasional. Salah satu anggota tim ini juga juara satu Piala Presiden untuk regional Bali.

Pernah juga juara satu di regional Surabaya. Hanya saja dalam setiap turnamen mereka selalu berganti nama tim karena setiap anggota tim tidak selalu tetap.

Sueta dari tim Black Ghose berharap even e-sport makin sering digelar di Bali. Lewat kompetisi seperti ini kemampuan pemain akan semakin terasah dan teruji. “Semoga LAzone Bali lebih sering bikin turnamen seperti ini. Kami juga ingin berprestasi lebih tinggi kedepannya,” imbuh Sueta yang timnya jadi Runner up Kill the LAst Competition Mobile Legends. (kmb/balipost)