Gusti Kade Sutawa. (BP/dok)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Saat perhelatan akbar pariwisata, ITB Berlin, ditunda karena wabah virus Corona (COVID-19), tim promosi pariwisata Badung justru pergi ke Berlin, Jerman untuk berpromosi. Kepergian tim yang dimotori Dinas Pariwisata dan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung ini, menurut Ketua Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali (AMPB), Gusti Kade Sutawa, kurang pas.

Kade Sutawa, Sabtu (7/3), mengatakan seharusnya kalangan pariwisata dan pemerintah kabupaten/kota harus kompak untuk melakukan aksi pemulihan pariwisata. “Karena kita ingin program recovery itu untuk Bali,” ujarnya.

Maka dari itu, upaya promosi ke luar negeri (LN) saat wabah sedang menyerang dinilai kurang pas. Yang harus dilakukan sekarang adalah menyampaikan kepada publik terkait kesiapan pemerintah bahwa Bali dan Indonesia menghadapi COVID-19.

Baca juga:  Hampir Sepekan Dirawat, Hasil PDP COVID-19 di RSU Tabanan Belum Keluar

Di tengah kondisi ini juga perlu dipersiapkan tentang fasilitas kesehatan yang memadai. “Kalau sekarang kita berpromosi mungkin agak kurang pas. Setelah beberapa bulan setelah COVID-19 mulai agak turun di semua negara, itu mungkin pas lah,” ungkap Ketua Umum DPP Nawacita Pariwisata Indonesia ini.

Ia berharap program yang dilakukan dalam rangka recovery tidak terpisah-pisah. “Sebaiknya disatukan saja programnya, one commando. Percuma saja kita koar-koar ke luar bilang Bali safe, tapi kenyatannya tidak siap, kan repot,” tandasnya. (Citta Maya/balipost)