Warga menggunakan masker. (BP/AFP)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pascadiumumkannya dua orang positif Corona dan kini dalam perawatan di RSPI Sulianti Saroso, Pemprov Bali akan melakukan antisipasi. Serta mempersiapkan semua secara terpadu sehingga penanganan Corona bisa maksimal.

Menurut Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Senin (2/3), pihaknya ingin membentuk posko Corona. Sementara ini, lokasi posko masih belum dipastikan karena harus mempertimbangkan banyak hal. “Kami juga ingin (posko, red) nantinya dijadikan terpusat. Rumah sakit mana yang khusus menanganinya. Ini sedang kami bahas juga,” ujarnya.

Cok Ace mengaku masih melihat kapasitas, aspek lingkungan, hingga arah angin. Sebab, pihaknya tidak ingin penentuan lokasi posko justru memberikan dampak negatif bagi lingkungan sekitarnya.

Selain itu, juga dilakukan pendataan jumlah ruang isolasi di beberapa rumah sakit di Bali. Baik itu rumah sakit pemerintah maupun swasta.

Termasuk rencana (plan) B jika terjadi kasus dan melebihi kapasitas ruang isolasi yang ada. Mantan Bupati Gianyar ini pun berharap tidak ada kasus positif corona di Bali. “Jadi jangan langsung buru-buru dibawa ke Rumah Sakit Sanglah. Datang dulu ke rumah sakit daerah masing-masing atau swasta. Karena kapasitas di Rumah Sakit Sanglah masih terbatas juga,” imbuhnya.

Baca juga:  5 Oktober, Gubernur Koster Resmikan Penggunaan Aksara Bali di Fasilitas Publik

Sementara itu, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, semua stakeholder baik Dinas Kesehatan maupun rumah sakit terus memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan dan pengendalian Virus Corona. Terkait adanya isu warga negara asing yang berkunjung ke Bali dan terindikasi Corona, ditegaskan bila Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit sudah melakukan penelusuran orang-orang yang pernah kontak dengan warga negara asing tersebut dan pengawasan terus dilakukan baik dengan pengecekan sample darah dan pengamatan suhu tubuh.

“Sampai hari ini tidak ada yang positif Corona di Bali,” tegasnya. (Rindra Devita/balipost)