Petugas medis melakukan simulasi penanganan pasien COVID di Ruang Nusa Indah RSPU Sanglah, Denpasar yang menjadi tempat perawatan dan karantina infeksi menular. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Ruang Nusa Indah RSUP Sanglah adalah ruangan paling berisiko. Pasalnya, pasien infeksi menular berbahaya mulai dari rabies, TBC, flu burung, flu babi, HIV hingga pasien observasi virus Corona dirawat di ruangan ini.

Perawat sebagai garda terdepan dalam merawat dan menghabiskan sebagian besar waktu mendampingi pasien di ruang isolasi berpotensi besar mengalami penularan. Salah satu perawat yang bertugas di Ruang Nusa Indah, Gusti Putu Rai Sumiari mengakui, saat pertama kali bertugas di ruang Nusa Indah ia takut tertular penyakit.

Namun lama kelamaan, rasa takut ini berubah menjadi terbiasa terlebih antisipasi yang dilakukan RSUP Sanglah untuk mencegah penularan kepada petugas medisnya sangat maksimal.
Proteksi RSUP Sanglah untuk mencegah penularan infeksi kepada petugas medisnya adalah dengan menerapkan alat pelindung diri (APD) sesuai protap.

Pemberian vaksin dan obat bagi petugas yang berjaga sesuai dengan kasus infeksi yang saat itu ditangani juga dilaksanakan. ‘’Seperti kasus flu burung, petugasnya diberikan obat Tamiflu. Saat kasus rabies, kami pun mendapatkan VAR. Jadi sudah diproteksi untuk mencegah penularan,’’ ujarnya.

Baca juga:  Tokoh Masyarakat Minta Gunung Agung Tak Dijadikan Obyek Wisata

Saat merawat pasien dengan dugaan infeksi ini, menurut Rai, perawatlah yang paling banyak menemani pasien. Terkadang keluarga pasien justru tidak berani mendampingi keluarganya saat dirawat. ”Pasien khususnya yang diisolasi pasti merasa bosan. Jadi selain melakukan pemeriksaan rutin, kami biasanya menemani dengan mengajak ngobrol agar pasien tidak stres selama dirawat,’’ tuturnya.

Dari semua penyakit infeksi yang ditangani, yang paling bikin waswas adalah rabies dan virus Corona. ‘”Rabies karena pasiennya mengamuk. Jika tercakar atau tergigit, potensinya besar terinfeksi. Ini yang menyebabkan waswas. Sementara untuk virus Corona, karena penyebarannya mudah lewat udara. Syukurnya sampai sekarang belum ada yang positif,” jelas Putu Rai. (Wira Sanjiwani/balipost)