Petir
Ilustrasi. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Jenazah pria bertato yang ditemukan di Pantai Padanggalak, Sanur, Kamis (20/2), tidak menjalani autopsi. Oleh karena itu, penyebab kematiannya tidak bisa dipastikan.

Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah dr. Kunthi Yulianti, SpF., Jumat (22/1), mengatakan jenazah awalnya masuk tanpa identitas. Setelah dilakukan koordinasi dengan kepolisian, diketahui identitas jenazah atas nama Kadek Setia Budi (37).

Dari pemeriksaan luar, jenazah belum dalam kondisi membusuk yang artinya korban meninggal kurang dari 24 jam. Sementara luka yang dialami korban di bagian dahi dan hidung terjadi setelah kematian.

Mengenai korban menderita penyakit kronis atau tidak, menurut Kunthi, tidak terlihat dari pemeriksaan luar. Memang ada penyakit yang bisa dilihat hanya dengan pemeriksaan fisik luar seperti diabetes dan tumor. Tetapi untuk kasus ini, dari segi fisik tidak ada tanda-tanda menderita penyakit. Jenazah Kadek Setia sudah dibawa pulang oleh keluarganya. (Sanjiwani/balipost)