Suasana pelayanan IRD RS Nyitdah. (BP/san)

TABANAN, BALIPOST.com – Sembilan dokter di BRSU Tabanan akan diperbantukan ke RS Nyitdah. Rencananya mereka mulai bertugas pada Maret nanti.

Direktur BRSU Tabanan, dr I Nyoman Susila, Jumat (7/2) mengatakan alasannya karena masih kurangnya kebutuhan dokter spesialis di RS Nyitdah guna memenuhi syarat kerjasama dengan BPJS. “Awal bulan Maret mendatang, mereka ini (9 dokter, red) sudah mulai bertugas,” ucapnya.

Keputusan ini juga sudah dibahas dalam rapat yang digelar Kamis (6/2) sore, dengan Dinas Kesehatan Tabanan dipimpin Sekda Tabanan, I Gede Susila dan melibatkan langsung para dokter BRSU Tabanan, RS Nyitdah, serta BPJS Cabang Denpasar. “Dalam pembahasan tersebut hasilnya dokter spesialis kami di BRSU Tabanan yang akan melengkapi,” terangnya.

Sembilan dokter yang akan melengkapi kekurangan di RS Nyitdah, yakni satu dokter spesialis penyakit dalam, dua dokter spesialis bedah, dua dokter spesialis anak, satu kebidanan, satu dokter spesialis anastesi, satu patologi klinik, dan Rontgen satu orang. Dijelaskannya, setiap dokter memiliki izin praktek di tiga tempat.

Baca juga:  SIPONRS Sasar Milenial

Ijin pertama mereka di BRSU Tabanan, ijin kedua dan tiga biasanya di Rumah Sakit Swasta atau membuka praktek. “Dalam pembahasan rapat, izin kedua atau ketiga itulah yang kita mohon untuk digeser ke RS Nyitdah. Jadi kepegawaian tetap di BRSU Tabanan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr I Nyoman Suratmika membenarkan jika BRSU telah menyetujui akan membantu pengisian dokter spesialis yang selama ini masih kosong. Sebab, seorang dokter bisa praktek 3 tempat pelayanan yang berbeda.

Saat ini hanya tinggal proses memindahkan salah satu ijin praktek dari spesialis di BRSU Tabanan ke RS Nyitdah.
“Sedang berproses untuk kelengkapan administrasi dan lain halnya, serta berproses untuk memenuhi persyaratan agar bisa bekerja sama dengan BPJS,” pungkasnya. (Puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.