Marco Punx Bali. (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sebuah band indie Bali, Marco Punx Bali kerap menciptakan dan menyenandungkan lagu-lagu dalam Bahasa Bali. Mengusung genre alternative punk, band ini akhir kembali merilis single terbarunya.

Bahkan, single yang diberi judul Punx Ci Nawang” diluncurkan lengkap dengan video klipnya. Single “Punx Ci Nawang” yang merupakan single keempat ini digadang-gadang mampu mengguncang panggung musik Bali melebihi single-single sebelumnya.

Pertama kali single dirilis pada 2015 yang bertajuk “Tresna Setonden Mati”, “De Ngutang Lulu Ngawag-Ngawang” (2016), dan “Jelema Serakah” (2017). “Punx Ci Nawang merupakan sebuah lagu yang sangat berarti bagi saya. Lagu ini adalah cerminan dari kehidupan saya di mana saya bisa menjadi figur ayah, suami, dan juga penulis lagu serta vokalis band seperti saat ini dalam sekali waktu. Saya menyadari pilihan saya untuk menjalani itu semua dengan sangat sederhana,” ujar Comar, pentolan Marco Punx Bali saat presscon di Denpasar, Selasa (28/1).

Baca juga:  Ngamen di Jalanan, Lima Anak Bergaya Punk Diamankan Satpol PP

Band yang terbentuk pada tahun 2008 ini, awalnya merupakan sebuah site project dari Komar, bersama gitaris Lolot Band Doni Lesmana, dan juga Lelut (Bass), serta Hendra (drum). Seiring waktu, disebabkan oleh kesibukan masing-masing, akhirnya Doni Lesmana mengundurkan diri sebagai gitaris dan hanya ingin fokus memproduseri Marco Punx Bali. Hal ini juga diikuti oleh Lelut dan Hendra.

Tak lama, formasi baru pun dibentuk. Marco Punx Bali aktif menciptakan lagu-lagu dengan formasi baru ini yang terdiri dari Comar yang bernama lengkap I Komang Eka Darma Usadha (37) pada Vokal; Adi yang bernama lengkap I Made Gede Adi Kusuma (30) pada Gitar; Marlyn yang bernama lengkap I Komang Dedy Suryawan (33) pada Bass; dan pada drum adalah Ade yang bernama lengkap I Made Ade Ananta Saputra (30). (Ketut Winatha/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.