Kepala SMP PGRI 2 Denpasar I Gede Wenten Aryasuda menerima piagam sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional dari Menteri LHK Siti Nurbaya, di Jakarta. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Setelah meraih juara I lomba yel-yel antikorupsi se-Bali yang diadakan Kejati Bali, kini SMP PGRI 2 Denpasar yang akrab disebut Grisda oleh pemerintah pusat ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional. Piagam penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional diserahkan langsung Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc. diterima Kepala SMP PGRI 2 Denpasar Dr. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd., Jumat (13/12).

Penyerahan hadiah dipusatkan di Gedung Mandala Wanabhakti Kementerian LHK Jakarta. Saat itu SMP PGRI 2 Denpasar termasuk sekolah swasta yang mampu mengalahkan sekolah negeri lainnya. Makanya, Menteri LHK Siti Nurbaya mengaku bangga di antara peraih Sekolah Adiwiyata, tampil sekolah swasta seperti SMP PGRI 2 Denpasar. Ini artinya, mereka memiliki budaya cinta dan peduli lingkungan hidup secara permanen.

Saat itu Kasek Gede Wenten Aryasuda didampingi Kepala DLH Kota Denpasar I Wayan Wisada. Prestasi ini menyusul SMP PGRI 2 Denpasar meraih juara I lomba yel-yel antikorupsi se-Denpasar dan meraih juara I di Bali saat menjadi duta Kota Denpasar di lomba yang sama se-Bali. Bahkan bulan lalu Grisda meraih juara II se-Bali dalam lomba Pananggulangan Kanker Terpadu Paripurna (PKTP).

Wenten Aryasuda yang juga Ketua Pengurus PGRI Bali ini mengungkapkan, sekolahnya memiliki halaman yang relatif sempit, namun unggul dalam pengelolaan halaman. Ruangan yang sempit disulap menjadi halaman yang sejuk, rindang, nyaman dan mendukung PBM karena juga disinergikan dengan program literasi. Termasuk didukung hutan desa, yakni Setra Sumerta yang menjadi bagian tak terpisahkan dari aksi kepedulian lingkungan bagi warga sekolah. (Adv/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.